RADAR GRESIK - Sanggring atau kolak ayam merupakan tradisi masyarakat di Desa Gumene, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik yang digelar setiap tahun, tepatnya di malam 23 ramadan. Masyarakat setempat biasanya menyediakan ribuan porsi kolak ayam sebagai menu takjil buka puasa bersama di Masjid Jami' Sunan Dalem.
Nama 'sanggring' berasal dari kata 'sang' dan 'gring'. Sang berarti raja atau penggedhe, sementara gring artinya gering atau sakit. Sehingga Sanggring berarti raja yang sakit. Masakan ini juga biasa disebut kolak ayam karena berbahan utama ayam.
Konon menurut catatan sejarah, Sanggring merupakan tradisi yang berasal dari riwayat Sunan Dalem. Saat itu, Sunan Dalem jatuh sakit lalu memerintahkan penduduk setempat untuk mencarikan obat. Sebagian penduduk bahkan mencari obat ke berbagai daerah.
Baca Juga: Semangat Kebersamaan di Bulan Ramadan, Bamag Gresik Bagikan Ratusan Takjil untuk Umat Muslim
Namun mereka tidak kunjung menemukan satupun obat atau orang yang bisa menyembuhkan penyakit Sunan Dalem. Kemudian Sunan Dalem di tengah kebingungan para penduduk yang sudah berupaya mencari obat dengan berbagai cara akhirnya mendapat petunjuk dari Allah SWT melalui mimpinya.
Melalui mimpi tersebut, Sunan Dalem diminta untuk membuat masakan yang bisa digunakan sebagai obat yakni Sanggring. Keesokan harinya, Sunan Dalem memerintahkan penduduk agar membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun ke masjid.
Oleh penduduk setempat, ayam jago yang diminta Sunan Dalem tersebut kemudian diolah dengan santan kelapa, gula merah, daun bawang dan jinten. Setelah matang, Sunan Dalem menyantap kolak ayam bersama ketan ketika berbuka puasa, karena saat itu bertepatan dengan 22 Ramadan 946 H atau 31 Januari 1540 Masehi.
Setelah menyantap kolak ayam, Sunan Dalem akhirnya sembuh dari penyakitnya. Tradisi kuliner yang telah berusia 5 abad tersebut hingga kini masih terus eksis dijalankan oleh masayarakat setempat setiap tahun di malam 23 Ramadan.
Ketua pelaksana Sanggring Gumeno Didik Wahyudi mengatakan, rangkaian acara tradisi Sanggring Gumeno tahun ini menjadi perayaan yang istimewa, karena ada Festival Banjari TK Jawa Timur, ada juga pengajian akbar KH. Anwar Zahid dari Bojonegoro yang digelar setelah sholat tarawih.
“Tahun ini spesial ada pengajian akbar KH. Anwar Zahid dari Bojonegoro setelah sholat tarawih yang belum ada di tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Baca Juga: Sejarah Tradisi Sanggring Kolak Ayam Gumeno Gresik Digelar Setiap 23 Ramadan
Lebih lanjut Didik mengungkapkan panitia tahun ini menyediakan sebanyak 3500 porsi Sanggring atau kolak ayam bagi para tamu di Masjid Jami' Sunan Dalem. Jumlah ini menjadi yang terbanyak dalam sejarah penyelenggaran tradisi Sanggrig Gumeno.
“Tahun ini disediakan 3500 bungkus untuk tamu di masjid, berasal dari 260 ekor ayam, 740 kg gula merah, 600 butir kelapa, 250 kg bawang daun, 60 kg jinten bubuk, dan 1400 liter air. Jumlah ini terbanyak dalam sejarah pengadaannya,” ungkapnya.
Selain mengikuti rangkaian acara Semarak Sanggring di Masjid Jami' Sunan Dalem, para tamu juga biasanya bertandang ke rumah kerabat maupun warga di desa setempat dan disuguhi menu kolak ayam yang sama.(yud/han)
Editor : Hany Akasah