RADAR GRESIK – Kondisi kesehatan finansial Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik kini berada di titik nadir. Menanggapi tumpukan utang yang kian menggunung, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik secara resmi mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) guna membedah akar permasalahan dan menyelamatkan perusahaan air minum milik daerah tersebut dari ancaman pailit.
Usulan krusial ini mencuat dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Gresik yang digelar pada Senin (12/1).
Anggota Banmus DPRD Gresik, Muhammad Kurdi, menegaskan bahwa pembentukan Pansus sudah tidak bisa ditunda lagi. Hal ini didasari atas fakta bahwa beban utang Perumda Giri Tirta terus mengalami peningkatan signifikan setiap bulannya.
“Kemarin dalam rapat Banmus, saya mengusulkan pembentukan Pansus Perumda Giri Tirta karena utangnya terus menumpuk. Kita butuh wadah ini untuk membedah akar masalah secara jelas agar rekomendasi kepada pemerintah daerah nantinya benar-benar tepat, baik untuk menutup utang maupun memperbaiki pelayanan publik,” tegas sosok yang akrab disapa Gus Kurdi tersebut.
Gus Kurdi menambahkan, beban keuangan perusahaan diperparah oleh kewajiban pembayaran rutin kepada pengelola air Umbulan serta operasional di Bendungan Gerak Sembayat (BGS). Menurutnya, penyelamatan ini sangat bergantung pada good will atau niat baik pemerintah daerah.
Data mencengangkan diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik, Muhammad. Hingga akhir September 2025, Perumda Giri Tirta mencatatkan kerugian sebesar Rp 43 miliar hanya di tahun 2025 saja. Kondisi ini diperburuk dengan akumulasi utang kepada rekanan yang mencapai angka Rp 190 miliar.
“Kondisi ini membuat Perumda Giri Tirta terancam pailit. Sebenarnya pengajuan penyesuaian tarif sudah disampaikan sebagai salah satu opsi solusi, namun hingga saat ini belum ditetapkan oleh Bupati,” jelas Muhammad.
Ia menekankan bahwa langkah penyelamatan ini sangat mendesak. Jika persoalan utang dapat terurai dan pelayanan kepada pelanggan membaik, Giri Tirta berpotensi kembali sehat dan mampu menyumbangkan dividen bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gresik.
DPRD Gresik berharap usulan Pansus ini segera disetujui untuk mulai bekerja melakukan kajian mendalam.
"Saya sudah berulang kali menyuarakan agar Perumda Giri Tirta segera diselamatkan. Kalau tidak melalui Pansus, minimal perlu ada pembahasan lintas komisi yang intensif agar masalah ini tidak berlarut-larut," tutup Muhammad.
Hingga saat ini, para wakil rakyat masih menunggu tindak lanjut dari pimpinan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Gresik terkait mekanisme teknis penyelamatan perusahaan yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini. (jar/han)
Editor : Hany Akasah