Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gedung Madrasah di Sidayu Rawan Ambruk, DPRD Gresik Desak Pendataan Serius Sekolah Swasta & Ponpes

Yudhi Dwi Anggoro • Jumat, 9 Januari 2026 | 05:57 WIB
RAWAN AMBROL : Kondisi bangunan MTs Nurul Jadid di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu yang sangat memprihatinkan.
RAWAN AMBROL : Kondisi bangunan MTs Nurul Jadid di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu yang sangat memprihatinkan.

RADAR GRESIK – Ironi menyelimuti MTs Nurul Jadid di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik. Di balik segudang prestasi yang ditorehkan, sekolah ini menyimpan ancaman bahaya bagi ratusan siswanya.

Kondisi fisik bangunan madrasah dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga masuk dalam kategori sangat rawan ambruk.

Padahal, madrasah ini baru saja mengharumkan nama daerah dengan menyabet predikat sebagai Madrasah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Sejumlah pilar penyangga gedung tampak keropos dengan material beton yang mulai rontok.

Dinding ruang kelas mengalami keretakan yang menjalar, sementara atap bangunan juga dilaporkan dalam kondisi rusak berat.

Kepala MTs Nurul Jadid, Abdul Hakim, mengaku selalu dirundung rasa was-was setiap kali kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, terutama saat cuaca buruk melanda.

“Gedung kami berlantai dua, namun kondisi pilar dan pondasinya sangat menghawatirkan. Ini membahayakan nyawa siswa maupun guru. Semangat belajar siswa yang tinggi seolah dibayangi ancaman bangunan yang bisa roboh sewaktu-waktu,” ungkap Hakim dengan nada cemas, Jumat (9/1).

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan MTs Nurul Jadid, Andhi Sulandra, berharap ada uluran tangan dari pihak terkait.

"Miris melihat kondisi gedung yang menghawatirkan ini sementara ratusan siswa setiap hari beraktivitas di dalamnya. Kami sangat berharap ada bantuan perbaikan," ujarnya.

Kondisi yang mengancam keselamatan siswa ini memicu reaksi keras dari Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir. Politisi muda dari PKB ini menegaskan bahwa keselamatan warga sekolah adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

Syahrul mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap bangunan sekolah swasta dan pondok pesantren yang mengalami rusak berat.

Menurutnya, selama ini sekolah swasta seringkali luput dari pantauan bantuan sarana prasarana jika dibandingkan dengan sekolah negeri.

“Kondisi 'rawan ambruk' ini tidak boleh dibiarkan tanpa tindakan nyata. Kami mendorong adanya pendataan bangunan rusak berat, khususnya untuk pondok pesantren dan sekolah swasta,” tegas Syahrul.

Ia menambahkan, pihaknya telah menerima beberapa laporan serupa dari wilayah lain.

“Selain di Sidayu ini, kami juga mendapat laporan bangunan rawan ambruk di pondok pesantren wilayah Benjeng dan Manyar. Ini harus segera diintervensi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#syahrul #gresik #dprd #Randuboto #SIDAYU