RADAR GRESIK - Nila Yani Hardiyanti, Anggota Komisi VII DPR RI, langsung terjun ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, termasuk mengunjungi sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Palemwatu, Menganti, Gresik. Ia berdiskusi dengan pelaku usaha, mendalami tantangan yang mereka hadapi, terutama dalam industri rumahan.
Kedatangannya untuk berdiskusi dan mendengar langsung dari pekerja industri rumahan terutama terkait dengan persoalan yang dihadapi selama berproduksi.
"Saya ingin menyerap aspirasi para pelaku usaha agar bisa memberikan dukungan dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan pengembangan IKM khususnya di IKM pelemwatu Menganti," ujarnya.
Menurut dia, sentra IKM telah menjadi roda perekonomian rakyat sehingga dibutuhkan keberpihakan untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing IKM.
"Keberadaan sentra IKM di Desa Pelemwatu ini harus didukung karena sentra IKM ini bisa menjadi program prioritas penting bagi pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan ekonomi nasional," tandasnya.
Dari hasil diskusi, ada sejumlah persoalan yang dihadapi para pelaku usaha. Apalagi mereka bekerja dalam industri logam.
"Seperti persoalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak boleh dianggap hal sepele, karena pekerjaan semacam ini pasti ada resiko human error," kata dia.
Selain itu, ada kebutuhan sertifikasi SNI hasil produk peralatan dan mesin yang dihasilkan. Karena dengan mengantongi sertifikat bisa meningkatkan ekspansi dan nilai jual dari produk mereka.
Ia menambahkan, pada tahun 2025 mendatang Kabupaten Gresik akan mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat untuk IKM. Ia menekankan perlunya keseriusan dari pihak Kabupaten Gresik untuk mengawal pelaksanaan sentra IKM agar bisa terlaksana dengan baik.
"Saya menekankan peran serta seluruh pihak untuk mengawal sentra IKM ini, khususnya Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik. Termasuk menggunakan produk buatan lokal agar dapat mencapai kemandirian produksi nasional," pungkasnya. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq