Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gelar Sosperda Bersama Fatayat NU Kebomas, Anggota DPRD Gresik Dimas Setyo Tekankan Kemitraan Usaha untuk Lahirkan Womenpreneur

Hany Akasah • Minggu, 24 Mei 2026 | 14:34 WIB
Aktif ; Dimas Setyo, menggandeng sahabat-sahabat Fatayat NU Kebomas menggelar agenda Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) terpadu. (Hany/Radar Gresik)
Aktif ; Dimas Setyo, menggandeng sahabat-sahabat Fatayat NU Kebomas menggelar agenda Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) terpadu. (Hany/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Penguatan ekonomi perempuan berbasis kemitraan usaha menjadi fokus dalam Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) tahap III tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Dimas Setyo Wicaksono, bersama perwakilan ranting Fatayat NU se-Kecamatan Kebomas di Balai RW 2 Desa Randuagung, Minggu (24/5/2026).

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Tri Joko Efendi tersebut, Dimas menegaskan pentingnya implementasi Perda Kabupaten Gresik Nomor 5 Tahun 2024 tentang fasilitasi kemitraan kegiatan berusaha di daerah sebagai pintu masuk bagi emak-emak untuk naik kelas secara ekonomi.

Baca Juga: Turun ke Parit, Ketua DPRD Gresik dan Aktivis PMII Bersihkan Eceng Gondok di Irigasi Tebalo

Menurut Dimas, konsep kemitraan usaha menjadi kunci agar pelaku usaha mikro, khususnya dari kalangan perempuan, tidak berjalan sendiri. Melalui kemitraan dengan pelaku usaha yang lebih besar, koperasi, hingga sektor swasta, pelaku UMKM bisa mendapatkan akses yang lebih luas terhadap permodalan, distribusi, hingga pasar.

“Selama ini banyak usaha rumahan yang bagus, tapi mentok di pemasaran. Lewat kemitraan, emak-emak bisa terhubung dengan jaringan yang lebih besar, baik untuk produksi maupun penjualan. Ini yang ingin kita dorong melalui perda ini,” ujar Dimas.

Ia menambahkan, Fatayat NU sebagai organisasi perempuan memiliki posisi strategis untuk menjadi penghubung (hub) antar pelaku usaha kecil dengan mitra bisnis yang lebih mapan. Dengan penguatan kapasitas dan jejaring, kader Fatayat diharapkan mampu mengembangkan usaha berbasis komunitas yang berkelanjutan.

Baca Juga: Harlah Ke-92 MI Ma’arif Sidomukti Gresik, Ratusan Siswa Membumikan Budaya Nusantara Melalui Parade Kreatif

“Fatayat NU bisa menjadi motor penggerak kemitraan. Misalnya, produk anggota bisa dikonsolidasikan lalu dikerjasamakan dengan pelaku usaha besar atau masuk ke retail modern,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Kebomas Tri Joko Efendi menilai pendekatan kemitraan sangat relevan dengan potensi lokal yang dimiliki wilayahnya. Ia menyebut sektor kuliner sebagai salah satu kekuatan utama yang bisa dikembangkan melalui pola kolaborasi.

“Produk seperti kupat keteg, srebe, kowi, hingga petulo punya potensi besar. Kalau dikembangkan dengan kemitraan—misalnya dengan pelaku wisata, hotel, atau pusat oleh-oleh—ini bisa menjadi ikon ekonomi Kebomas,” jelasnya.

Baca Juga: Kepesertaan JKN Nonaktif? Ini 3 Cara Mengaktifkannya Kembali Menurut BPJS Kesehatan Gresik

Tri Joko juga mendorong agar pelaku usaha perempuan mulai memperhatikan aspek standar produk, kemasan, hingga branding agar siap masuk dalam ekosistem kemitraan yang lebih luas.

Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menyampaikan harapan agar pemerintah dapat memfasilitasi pertemuan langsung antara pelaku UMKM dengan mitra potensial, termasuk perusahaan, BUMDes, maupun platform digital. Menanggapi hal itu, Dimas menyatakan siap menjembatani kebutuhan tersebut melalui fungsi legislasi dan pengawasan.

“Kami tidak ingin perda ini hanya berhenti di sosialisasi. Harus ada implementasi nyata, termasuk membuka akses kemitraan konkret bagi emak-emak pelaku usaha,” tegasnya.

Baca Juga: Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Dishub Gresik Gencarkan Program Salud bagi Siswa Madrasah

Melalui penguatan kemitraan kegiatan berusaha ini, diharapkan lahir lebih banyak womenpreneur dari Kebomas yang tidak hanya mandiri, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas dan berdaya saing tinggi. (han) 

Editor : Hany Akasah
#sosperda #fatayat #gresik #dprd #dimas