Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Dishub Gresik Gencarkan Program Salud bagi Siswa Madrasah

RADAR GRESIK — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik terus berkomitmen memperluas jangkauan edukasi keselamatan berkendara di kalangan generasi muda.
Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Prasarana Perhubungan, Dishub menggelar program jembatan sosialisasi bertajuk Sadar Lalu Lintas Usia Dini (Salud) yang dipusatkan di MI Ma’arif NU Manba’ur Rohmah, Kabupaten Gresik, Jumat (22/5/2026).
Agenda interaktif ini menyasar para siswa sekolah dasar guna mengenalkan aturan dasar di jalan raya dengan pendekatan edukasi yang ramah anak.
Baca Juga: Bentuk Karakter Disiplin, Dishub Gresik Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Wilayah Kota Dishub Gresik, Muhammad Mansyur Arif, menyampaikan bahwa penanaman budaya tertib berlalu lintas tidak boleh ditunda hingga usia dewasa.
Melalui program Salud, anak-anak diberikan pemahaman mendasar mengenai etika dan keselamatan di ruang publik lewat metode simulasi yang menyenangkan.
Materi edukasi yang disajikan tim Dishub Gresik meliputi pengenalan fungsi rambu-rambu lalu lintas, tata cara menyeberang jalan yang aman menggunakan fasilitas zebra cross, kewajiban pemakaian helm standard (SNI) saat dibonceng motor, serta etika kesantunan antarpengguna jalan.
“Tujuan utama program ini adalah menanamkan budaya tertib sejak dini, sekaligus membentuk karakter disiplin dan menumbuhkan rasa empati saat berada di jalan raya. Kami berharap dengan intervensi sejak usia dini, anak-anak bisa langsung akrab dan patuh pada rambu-rambu lalu lintas,” kata Mansyur Arif.
Arif menambahkan, agenda ini merupakan bentuk manifesto dan komitmen nyata dari Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan membangun benteng kesadaran dari lingkungan sekolah.
Dishub Gresik membidik target agar kegiatan serupa dapat diadopsi secara berkelanjutan dan menyisir seluruh lembaga pendidikan dasar di Kota Pudak secara merata.
“Kami optimistis mampu membangun budaya tertib berlalu lintas yang kokoh dimulai dari lingkungan pendidikan, demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan keselamatan bersama (safety riding) di jalan raya,” imbuhnya.



