Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Turun ke Parit, Ketua DPRD Gresik dan Aktivis PMII Bersihkan Eceng Gondok di Irigasi Tebalo

Fajar Yuliyanto • Minggu, 24 Mei 2026 | 12:48 WIB
Aktif : Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir saat ikut basah-basahan membersihkan tanaman eceng gondok yang mengepung saluran irigasi pertanian di Desa Tebalo, Kecamatan Manyar, Gresik. (Fajar/Radar Gresik)
Aktif : Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir saat ikut basah-basahan membersihkan tanaman eceng gondok yang mengepung saluran irigasi pertanian di Desa Tebalo, Kecamatan Manyar, Gresik. (Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK — Saluran irigasi pertanian di Desa Tebalo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, yang sempat tersumbat parah akibat kepungan tanaman eceng gondok dan sedimentasi lumpur, kini kembali normal.

Kondisi tersebut menyusul aksi tanggap lingkungan yang dimotori oleh puluhan aktivis mahasiswa dari Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Atas Langit Daruttaqwa Gresik, Sabtu (23/5/2026).

Tidak sekadar berorasi, para aktivis kampus ini turun langsung ke dalam parit untuk mengeruk lumpur, membabat semak belukar, serta mengangkat hamparan eceng gondok. Aksi nyata ini juga diikuti langsung oleh Ketua DPRD Gresik, jajaran Forkopimcam Manyar, serta pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.

Baca Juga: Ketua DPRD Syahrul Sempat Bantu Korlap Pedagang, Namun Diduga Aksi Justru Ditunggangi

Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Syahrul Munir, melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada kader-kader PMII Atas Langit Daruttaqwa yang menginisiasi gerakan peduli lingkungan tersebut. Menurut politisi muda ini, aksi turun ke lapangan yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk otentik dari fungsi kontrol sosial.

Syahrul menilai, langkah ini menjadi tamparan sekaligus evaluasi positif bagi birokrasi pemerintahan agar lebih peka terhadap infrastruktur penunjang pertanian di tingkat desa.

"Aksi bersih-bersih ini termasuk kritik yang sangat membangun untuk jalannya pemerintahan di Kabupaten Gresik. Saya berharap pandangan visioner terhadap kelestarian dan kebersihan lingkungan seperti ini tidak berhenti di sini, melainkan terus berlanjut secara konsisten," ujar Syahrul Munir di sela-sela aksi kerja bakti.

Baca Juga: Klarifikasi Insiden Ketegangan dengan Pedagang Semambung, Ketua DPRD Gresik Sampaikan Duduk Perkara

Lebih lanjut, Syahrul menekankan bahwa urusan kebersihan ekosistem perairan dan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat, bukan semata-mata dibebankan kepada petugas kebersihan dinas terkait.

Ketua PK PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik, M. Hadi Khoirur Roziqin, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Kader Dasar (PKD) Ke-5.

Kegiatan ini sengaja dirancang agar para kader tidak hanya cakap berwacana di dalam ruang diskusi virtual atau ruang kelas, melainkan peka dan hadir memberikan solusi riil atas problem ekologis di akar rumput.

Baca Juga: Naik Kelas! DPRD Gresik Sabet Penghargaan JDIH Terbaik I se-Jawa Timur

Mahasiswa memegang teguh salah satu pilar Nilai Dasar Pergerakan (NDP), yakni menjaga hubungan harmonis dengan alam (hablum minal ‘alam). Saluran irigasi Desa Tebalo dipilih karena vitalitasnya yang tinggi dalam menopang sektor pertanian warga.

“Selain bertujuan memastikan kelancaran distribusi air bagi petani, kegiatan ini menjadi momentum edukasi langsung kepada warga. Kami ingin memantik kesadaran masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan parit guna memitigasi risiko bencana alam seperti banjir di kemudian hari,” kata Hadi.

Gebrakan taktis dari kalangan mahasiswa ini mendapat dukungan penuh dari Camat Manyar, Hendriawan Susilo. Otoritas kecamatan menilai gerakan ini menjadi role model bagaimana mahasiswa menyuarakan aspirasi masyarakat dengan cara yang solutif.

Baca Juga: Akomodasi Industri Kendaraan Listrik PT BIP, DPRD Gresik Segera Sosialisasikan Ranperda RTRW

"Ini sebuah gerakan positif yang mendorong kita semua untuk lebih peduli pada lingkungan sekitar. Aksi ini bukan hanya sekadar kritikan biasa di media sosial, akan tetapi memberikan solusi konkret untuk menyelesaikan masalah penyumbatan irigasi di wilayah Kecamatan Manyar," puji Camat Susilo.

Harapan senada diutarakan Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Gresik, M. Dafa Abie Almadhani. Ia mendorong agar gerakan berbasis lingkungan ini diadopsi secara masif oleh seluruh elemen pemuda hingga menjadi budaya bersama masyarakat Kota Pudak.

Menurut Dafa, penguatan literasi ekologi sangat krusial guna menjaga keberlangsungan ekosistem di tengah masifnya ekspansi kawasan industri dan manufaktur di Kabupaten Gresik. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#eceng gondok #Syahrul Munir #gresik #pmii #dprd