Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Peringati Hari Autisme Sedunia 2026, Pemkab Gresik Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif Tanpa Diskriminasi

Fajar Yuliyanto • Kamis, 2 April 2026 | 20:22 WIB
Gus Yani menekankan pemberian fasilitas layanan terbaik bagi anak-anak istimewa melalui parade dan keceriaan bersama.
Gus Yani menekankan pemberian fasilitas layanan terbaik bagi anak-anak istimewa melalui parade dan keceriaan bersama.

RADAR GRESIK — Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat komitmennya dalam mendorong kesetaraan dan akses pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Langkah ini ditegaskan dalam peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia 2026 melalui gerakan Akses Nyata Gerakan Kesehatan Anak Spektrum Autisme (Angkasa) yang digelar di Gressmall Gresik, Kamis (2/4/2026).

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyatakan bahwa pemerintah daerah terus berupaya hadir untuk mendengar langsung aspirasi dari anak-anak istimewa, pihak sekolah, maupun wali murid guna memastikan layanan pendukung terpenuhi secara optimal.

Baca Juga: Wabup Alif Lantik Pengurus Tiara Kusuma Gresik, Dorong Pelaku Usaha Kecantikan Adaptif dan Inovatif

“Di momen Hari Autisme Sedunia ini, kami terus mencoba mendengar aspirasi dari anak-anak istimewa, mulai dari pihak sekolah hingga wali murid. Pemerintah daerah hadir melalui berbagai layanan untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut.

Pemkab Gresik secara aktif memberikan edukasi kepada sekolah-sekolah umum agar memiliki kompetensi dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Hal ini diwujudkan melalui pelatihan khusus bagi tenaga pendidik agar mampu menerapkan metode pengajaran yang adaptif.

“Guru-guru di sekolah umum kami beri pelatihan agar bisa memahami cara mengajar anak-anak istimewa dengan pendekatan yang tepat, mendorong kemandirian, mengurangi potensi tantrum, serta meningkatkan kemampuan bersosialisasi,” ujar Gus Yani.

Baca Juga: Perkuat Komitmen WBK/WBBM 2026, Rutan Gresik Ikuti Sosialisasi Evaluasi Zona Integritas

Selain aspek pedagogis, Gus Yani menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan (bullying).

Ia mengajak masyarakat luas untuk mengubah cara pandang dan menghapus stigma negatif terhadap anak autis. Menurutnya, penerimaan tanpa syarat adalah kunci utama mewujudkan masyarakat yang inklusif.

Saat ini, Pemkab Gresik telah menyediakan Unit Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus yang menawarkan berbagai fasilitas, mulai dari terapi hingga layanan penjemputan gratis.

Baca Juga: Kemenag Gresik Pastikan Pelayanan KUA Tetap Normal di Tengah Wacana Kebijakan WFH

Sebagai bentuk dukungan nyata, Gus Yani membuka langsung parade bagi anak-anak inklusif dan mendampingi mereka berjalan mengelilingi atrium hingga lantai satu Gressmall.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik, S. Hariyanto, melaporkan bahwa terdapat sekitar 100 anak inklusif yang berpartisipasi dalam peringatan tahun ini. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung lima misi utama: meningkatkan kesadaran, mendorong inklusi sosial, advokasi hak asasi manusia, deteksi dini, serta merayakan keunikan setiap anak.

“Tren jumlah anak berkebutuhan khusus di Gresik terus meningkat, sehingga ini menjadi perhatian kita bersama agar kesetaraan terus digaungkan. Sekolah tidak boleh menolak anak autis atau anak berkebutuhan khusus. Semua harus diterima dan difasilitasi dengan baik,” tegas Hariyanto.

Baca Juga: Rajut Kebersamaan, Ratusan Guru di Tiga Kecamatan Kompak Tebar Kebaikan dalam Momen Halalbihalal

Harapan besar disematkan agar anak-anak istimewa ini memperoleh hak yang sama, termasuk peluang kerja di sektor pemerintahan maupun swasta di masa depan. Senada dengan hal tersebut, Kasi SMA dan PKLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Joko Sutopo, mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan komitmen pendampingan.

“Keselamatan dan perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus menjadi tanggung jawab bersama. Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus peduli dan memberikan layanan terbaik,” kata Joko Sutopo.

Ia juga menekankan pentingnya nilai kesabaran dan konsistensi bagi pendidik dan orang tua. Salah satu inovasi yang tengah didorong adalah program kelas industri di satuan pendidikan termasuk SLB, yang diharapkan mampu membekali siswa dengan keterampilan praktis agar siap menghadapi dunia kerja. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#Pemkab #autis #gresik #dinas pendidikan #gus yani