RADAR GRESIK — Kawasan religi Sunan Giri kembali memutih oleh ribuan warga yang hadir dalam tradisi Malam Selawe yang digelar dengan khidmat di Masjid Ainul Yaqin, Sabtu malam (14/3).
Tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad ini menjadi bagian penting dari identitas religius masyarakat Gresik sekaligus momentum spiritual di penghujung bulan Ramadan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan munajat serta pembacaan 1.000 Surat Al-Ikhlas secara serentak.
Baca Juga: Safari Ramadan Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan Senilai Rp 1,52 Miliar
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif tampak hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Sebelum berbaur dengan jamaah di masjid, Bupati dan rombongan terlebih dahulu melakukan ziarah ke makam salah satu anggota Wali Songo, Sunan Giri.
Bupati yang akrab disapa Gus Yani menyampaikan bahwa Malam Selawe merupakan tradisi spiritual yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Gresik. Beliau menekankan pentingnya ikhtiar batin untuk meraih kemuliaan di sisa bulan suci.
“Niat kita malam ini adalah beriktikaf untuk mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar. Semoga Indonesia semakin damai dan sukses, khususnya Gresik agar semakin aman, kondusif, serta terbukanya pintu rezeki bagi masyarakat,” ujar Gus Yani di hadapan ribuan jamaah.
Baca Juga: Gelar FGD, Badan Pengkajian MPR Bahas Tantangan Keberlanjutan Demokrasi
Beliau juga mengajak masyarakat untuk tetap istiqomah dalam memelihara warisan luhur yang telah diturunkan dari generasi ke generasi.
“Semoga kita tetap istiqomah menjaga tradisi Malam Selawe yang sudah berlangsung berabad-abad dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Semoga kita bisa kembali bertemu di bulan Ramadan tahun depan,” imbuhnya.
Penyelenggaraan tahun ini terasa berbeda dan bersejarah. Pemerintah Kabupaten Gresik secara inovatif melibatkan desa dan kelurahan melalui program “Satu Desa Satu Produk Unggulan” yang ditampilkan dalam stan-stan di sepanjang kawasan.
Baca Juga: Dongkrak Potensi Wisata, Wabup Alif Beri Penghargaan ke 30 Insan Pariwisata dan Budaya
Selain itu, sebagai wujud syukur atas penetapan tradisi Malam Selawe dan Kupat Ketheg sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, pemerintah daerah menyediakan 2.000 porsi nasi kebuli dan 500 kupat ketheq bagi masyarakat yang hadir.
Piagam penghargaan dari pemerintah pusat tersebut secara simbolis diserahkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik kepada Camat Kebomas sebagai bentuk komitmen pelestarian budaya.
Antusiasme masyarakat pun tidak surut meski cuaca sempat berubah. Sejak sore, stan kuliner dipadati pengunjung, termasuk Yuni (38), warga Perumahan Bhumi Jati Permai yang datang bersama keluarga.
Baca Juga: Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Medsos, Dinas KBPPPA Gresik Beri Dukungan Penuh
“Alhamdulillah saya bisa hadir di majelis dan tradisi yang khidmat ini. Meski tadi sempat kehujanan dan basah-basahan naik ke masjid, saya tetap merasa bahagia. Di bawah ada kuliner, di atas ada munajat dan doa-doa. Saya senang bisa merasakan suasana ini bersama anak saya. Malam Selawe selalu ada cerita,” ungkap Yuni.
Suasana Malam Selawe kian istimewa dengan turunnya hujan yang dianggap sebagian masyarakat sebagai hujan keberkahan. Pemerintah Kabupaten Gresik berharap tradisi luhur ini terus terjaga sebagai warisan budaya dan spiritual yang memperkuat nilai religius sekaligus kebersamaan warga Gresik. (han)
Editor : Hany Akasah