Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dinsos Gresik Bebaskan Dua Warga dari Pasungan, Langsung Dirujuk ke RS Menur Surabaya

Fajar Yuliyanto • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:54 WIB
DILEPAS: Petugas gabungan saat mengevakuasi dan melepas pasung salah satu penyandang disabilitas mental di Gresik untuk dirujuk ke RS Menur Surabaya guna mendapatkan pengobatan layak. (Dok/Radar Gresik)
DILEPAS: Petugas gabungan saat mengevakuasi dan melepas pasung salah satu penyandang disabilitas mental di Gresik untuk dirujuk ke RS Menur Surabaya guna mendapatkan pengobatan layak. (Dok/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus berkomitmen mewujudkan program bebas pasung bagi penderita gangguan jiwa.

Memasuki periode Januari hingga Mei 2026, Dinsos Gresik tercatat telah melepaskan dua warga penyandang disabilitas mental yang sebelumnya mengalami pemasungan oleh pihak keluarga di dua wilayah berbeda, yakni Kecamatan Tambak (Pulau Bawean) dan Kecamatan Manyar.

Kepala Dinsos Gresik, dr. Ummi Khoiroh, menyampaikan bahwa penanganan terhadap penyandang disabilitas mental ini dilakukan secara lintas sektor.

Baca Juga: Nyaris Celaka! ODGJ Nekat Merokok di Depan Tabung BBM SPBU Ambeng-Ambeng Gresik

Pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik guna memastikan para penyandang disabilitas mendapatkan penanganan medis yang tepat.

“Sepanjang tahun 2026 berjalan ini, sudah ada dua orang penyandang disabilitas mental yang berhasil kita lepas pasungnya untuk kemudian diberikan pengobatan layak,” ujar dr. Ummi Khoiroh, Jumat (15/5). 

Pekerja Sosial Ahli Muda Dinsos Gresik, Alfi Arianto, membeberkan identitas dan latar belakang kondisi kedua warga tersebut. Warga pertama yang dibebaskan adalah MK (21), pemuda asal Desa Diponggo, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. MK diketahui telah dipasung selama satu tahun dengan cara dirantai pada salah satu kakinya.

Baca Juga: Damkar Jadi Primadona Warga, DPRD Gresik Usulkan Satu Pos di Setiap Kecamatan

"Pihak keluarga terpaksa mengambil tindakan tersebut karena MK kerap membawa senjata tajam, melempar batu, hingga mengancam keluarga yang dinilai meresahkan warga sekitar," jelas Alfi.

Sementara itu, kasus kedua ditemukan di daratan Gresik, yakni MA (47), warga Desa Leran, Kecamatan Manyar. Nasib MA terbilang lebih memprihatinkan karena telah mengalami pemasungan kaki menggunakan rantai selama hampir 10 tahun.

Langkah isolasi tersebut dilakukan keluarga lantaran MA sering mengamuk, merusak barang, dan mengancam keselamatan warga sekitar.

Baca Juga: Lia Istifhama Bertemu Polisi Purnomo, Kenang Kisah Viral Banner Dicium ODGJ

Usai proses evakuasi dan pelepasan pasung dilakukan, kedua warga tersebut langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan jiwa yang lebih mumpuni demi memulihkan kondisi psikologisnya.

“Setelah dilepas pasungnya, keduanya langsung kami rujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan medis yang intensif,” kata Alfi.

Tidak berhenti pada pengobatan medis, Dinsos Gresik juga telah menyiapkan langkah pasca-perawatan. Setelah dinyatakan stabil oleh tim dokter RSJ Menur, keduanya akan dikirim ke panti rehabilitasi untuk memulihkan fungsi sosialnya.

Baca Juga: Bawa Sajam, Pemuda Diduga ODGJ Teror Siswa Belajar Kelompok di Bungah Gresik

Alur rehabilitasi lanjutan mulai dari perawatan medis dengan dirujuk ke RS Menur Surabaya (Fokus penyembuhan klinis). Selain itu juga rehabilitasi sosial & psikososial melalui Balai Pelayanan Rehabilitasi Sosial Sidoarjo dan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri, dan tahap akhir reintegrasi atau pengembalian ke pihak keluarga masing-masing.

Alfi menegaskan bahwa program lepas pasung ini menjadi bagian vital dari upaya Pemkab Gresik dalam memberikan perlindungan, pelayanan kesehatan yang memanusiakan, serta pemulihan sosial.

"Tujuannya jelas, agar para penyandang disabilitas mental ini kelak dapat kembali hidup mandiri dan layak di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#gresik #dinsos #rs menur #BAWEAN #odgj