RADAR GRESIK – Peristiwa tragis menimpa dua orang petani di area persawahan Dusun Kedondong, Desa Ngampel, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, pada Selasa (9/12).
Keduanya tersambar petir saat dalam perjalanan pulang setelah membersihkan lahan untuk menanam tebu. Akibat kejadian ini, satu korban meninggal dunia di lokasi, sementara satu korban lainnya harus dilarikan ke rumah sakit.
Kapolsek Balongpanggang, AKP Wiwit Mariyanto, mengatakan bahwa kejadian bermula sekitar Pukul 15.00 WIB. Kedua korban, yang bernama Karso (57) dan Tari (60), warga Desa Ngampel, sedang membersihkan lahan bersama rekannya.
"Usai mengerjakan pembersihan lahan, pada saat perjalanan pulang dan kondisi cuaca hujan, korban mendekati pepohonan untuk menaruh cangkul miliknya yang letaknya tidak jauh dari lokasi lahan tebu," ujar AKP Wiwit, Selasa (9/12).
Tidak lama kemudian, saksi yang melihat kejadian tersebut mendengar suara petir yang keras. Petir tersebut langsung menyambar kedua korban, membuat Karso dan Tari tergeletak di bawah pohon.
Melihat kejadian itu, saksi segera berlari ke pemukiman penduduk Desa Ngampel untuk memberitahu warga dan meminta pertolongan. Saksi bersama warga dan petugas Polsek Balongpanggang kemudian mendatangi lokasi.
"Di lokasi, korban Karso sudah dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Tari dalam kondisi pingsan. Selanjutnya, korban Tari dibawa ke RS. Wali Songo untuk dilakukan perawatan medis," jelas AKP Wiwit.
Jenazah Karso langsung dievakuasi ke rumah duka. Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh Bidan Desa Ngampel, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada diri korban.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan telah memakamkan jenazah Karso. (yud/han)
Editor : Hany Akasah