RADAR GRESIK – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Gresik menggelar kegiatan Kokurikuler Studi Sejarah dan Budaya Lokal dalam format Outdoor Learning (pembelajaran luar ruangan) yang bertajuk "Jelajah Budaya" pada hari Rabu (17/12).
Kegiatan ini diikuti oleh 317 siswa kelas 7 dan secara unik memanfaatkan 26 unit angkutan lokal untuk menumbuhkan ekonomi warga sekitar sekolah.
Tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan nilai-nilai Gresik Kota Santri agar tidak luntur tergerus oleh budaya asing, mengingat anak-anak muda kini masif terpapar media sosial.
Kepala UPT SMPN 1 Gresik, Beri Avita Prasetiya, menuturkan bahwa sengaja memanfaatkan angkutan umum di sekitar sekolah guna menumbuhkan ekonomi warga, sebab kondisi angkutan saat ini sudah mulai jarang digunakan.
"Kegiatan ini sekaligus memberi pengetahuan kepada siswa untuk lebih mengenal sejarah dan budaya Gresik, karena sebagian besar siswa ternyata belum pernah mengunjungi situs-situs bersejarah di kota mereka sendiri," ujar pria yang juga menjabat ketua PGRI Kabupaten Gresik ini.
Rute perjalanan dimulai dari sekolah, melewati Bandar Grisse dilanjutkan ke titik pertama di makam Siti Fatimah Binti Maimun untuk memahami sejarah dan budaya Gresik, dilanjutkan menuju Bendung Gerak Sembayat untuk memperkenalkan pembangunan di Kabupaten Gresik yang berdampak nyata kepada masyarakat.
"Titik-titik kunjungan utama sebagai bukti sejarah adalah Makam Panjang dan Makam Siti Fatimah Binti Maimun beserta situs-situs di sekitarnya. Perjalanan berakhir di tempat wisata Malindo sebagai titik terakhir, di mana siswa belajar sambil berolahraga sebelum kembali ke sekolah," terangnya.
Waka Kesiswaan, Nurul Wahyu, menjelaskan bahwa Selama kegiatan, siswa dibekali dengan Lembar Kerja (LK). Mereka memanfaatkan kode barcode yang tersedia di beberapa lokasi untuk membaca sejarah situs dan mengisi soal yang ada di LK.
"Soal-soal dalam Lembar Kerja tersebut dirancang guna menguji dan menentukan tingkat pengetahuan siswa setelah kunjungan. Para siswa bisa menambah wawasan dan mengetahui bahwa wisata religi di Gresik bukan hanya makam Sunan Giri dan makam Maulana Malik Ibrahim," ujarnya.
Salah satu peserta, Raza Althaf Kaysan Rizal (12) dari kelas 7B, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan seperti ini dan merasa sangat senang.
"Sangat senang, melihat dan menambah pengalaman baru. Sebelumnya saya hanya mendengar ada Makam Panjang yang katanya sepanjang delapan hasta. Dengan kegiatan ini bisa mengetahui sejarah, jadi tahu orang yang sangat bijaksana pembawa ajaran Islam pertama di Tanah Jawa adalah Siti Fatimah," ujar Raza.
Selain belajar sejarah dan budaya, siswa juga diajak untuk menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya di setiap lokasi yang dikunjungi. (rir/han)
Editor : Hany Akasah