RADAR GRESIK - Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu istimewa di Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Matahari Terbit Kak Komang. Puncak tema kemerdekaan dirayakan dengan cara yang tak biasa. Sebanyak 63 siswa yang terdiri dari KB, TK A, dan TK B diajak menaiki bus wisata pada Kamis (21/08) untuk menjelajahi sejarah kota Gresik di area Bandar Grissee.
Kegiatan ini sengaja digelar tanpa didampingi orang tua. Tujuannya adalah untuk menanamkan nilai-nilai sejarah dan melatih kemandirian siswa sejak dini. Dengan memakai kostum merah putih dan membawa bendera, wajah-wajah ceria para siswa tampak berseri-seri saat menaiki bus yang akan membawa mereka mengelilingi ikon-ikon kota Gresik.
Kepala KB-TK Matahari Terbit Kak Komang, Marita Narulita, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian perayaan HUT ke-80 RI yang dirancang khusus untuk memperkenalkan sejarah kota Gresik secara langsung kepada anak-anak.
“Anak-anak sangat antusias. Mereka senang bisa naik bus wisata dan berkeliling ke area Bandar Grissee, bahkan sempat mampir dan berfoto di rumah dinas Wakil Bupati Gresik,” ujar Marita.
Marita melanjutkan, ia berharap siswa tidak hanya tahu tentang kemerdekaan, tetapi juga bisa mengenal lebih dekat kota tempat mereka tinggal. “Dengan berkeliling menggunakan bus wisata, pengalaman belajar menjadi lebih menyenangkan dan tak terlupakan,” tutur Marita.
Sebelum puncak acara karnaval, sekolah yang berlokasi di jalan Proklamasi No.46 Gresik ini juga mengadakan serangkaian perlombaan yang berlangsung selama tiga hari, yaitu dari 13 hingga 15 Agustus. Lomba-lomba ini melibatkan seluruh anggota keluarga, mulai dari anak-anak, guru, hingga para mama.
Lomba anak menjadi magnet utama dengan berbagai keseruan seperti lomba makan kerupuk, balap karung, dan kelereng yang mengundang tawa riang. Sementara itu, lomba mama juga tak kalah seru dengan tantangan memasak olahan ikan, menunjukkan kreativitas dan keahlian para ibu dalam mengolah hidangan sehat. Tidak ketinggalan, para guru turut berpartisipasi dalam lomba estafet balon dan lomba makan kerupuk yang menguji kekompakan dan kecepatan mereka.
Dengan melibatkan seluruh anggota keluarga, Marita berharap kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi, rasa kebersamaan, dan kekompakan antara orang tua, anak, dan guru.
"Ini bukan sekadar lomba, melainkan wadah untuk menjalin silaturahmi yang lebih erat. Kami ingin mereka merasakan bahwa perayaan kemerdekaan adalah milik kita semua, dimana kebersamaan menjadi kunci untuk menyemarakkannya," pungkas Marita.
Rangkaian acara ini sukses menyajikan perpaduan antara edukasi sejarah, semangat kemerdekaan, dan nilai-nilai kekeluargaan, menjadikan perayaan HUT ke-80 RI di KB-TK Matahari Terbit Kak Komang sebagai momen yang berkesan bagi seluruh siswa dan orang tua. (nov/han)
Editor : Hany Akasah