RADAR GRESIK - Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) sukses menyelenggarakan seminar dan lokakarya bertema "Arah Masa Depan Perguruan Tinggi" di auditorium Kampus B. Acara ini bertujuan membekali perguruan tinggi, khususnya UISI, dalam merumuskan arah pendidikan ke depan.
Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Wamendikbudristek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., hadir sebagai narasumber utama. Acara dibuka oleh Wakil Rektor UISI, Prof. Dr. Fahimah Martak, M.Si., yang dalam sambutannya memperkenalkan UISI dan menjelaskan dukungan kampus terhadap program pemerintah untuk meningkatkan prestasi mahasiswa.
"Seminar dan lokakarya ini memberikan pengetahuan penting bagi UISI dalam menentukan arah perubahan mutu pendidikan tinggi yang lebih baik, serta mencapai tujuan peningkatan akreditasi kampus," ucap Prof. Dr. Fahimah Martak.
Pada sesi utama, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., membahas masalah perguruan tinggi yang kerap mencetak lulusan generik, sehingga meningkatkan angka pengangguran sarjana.
"Tidak adanya pembekalan kompetensi khusus serta learn and match pada mahasiswa yang diberikan oleh perguruan tinggi menjadikan persoalan utama dalam peningkatan pengangguran pada tingkat sarjana," jelas Prof. Dr. Fauzan.
Selain itu, beliau juga menyoroti birokrasi pendidikan yang masih terlalu berfokus pada hal-hal administratif, bukan pada substansi utama bagi mahasiswa. Beliau berharap perguruan tinggi dapat melakukan perubahan dengan lebih fokus pada kebutuhan mahasiswa.
"Saya selalu menekankan kepada setiap perguruan tinggi untuk lebih berfokus kepada kebutuhan yang diperlukan mahasiswa terutama dalam hal pembekalan kompetensi khusus pada setiap mahasiswa agar menciptakan sarjana yang terspesifikasi yang diperlukan dunia saat ini," tambah Prof. Fauzan.
Setelah sesi pertama, acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak., CA., CFrA. yang membahas pembangunan kampus yang berdampak dalam menciptakan perubahan pada masyarakat. Beliau menyoroti minimnya sikap berpikir kritis pada mahasiswa terhadap permasalahan di lingkungan sekitar.
"Kampus berdampak harus menekankan kontribusi perguruan tinggi dalam mencapai perubahan sosial yang signifikan, dan itu harus didapatkan dengan keterbukaan pikiran mahasiswa terhadap beberapa isu sosial," jelas Dr. Eka. (nov/han)
Editor : Hany Akasah