Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Peningkatan Kualitas Produksi Keripik Tempe Kampung Sanan Kota Malang

Hany Akasah • Kamis, 5 Januari 2023 | 21:36 WIB
Muhammad Farry Ardiyansyah, Mahasiswa Sosiologi FISIP UMM. (Dok/Radar Gresik)
Muhammad Farry Ardiyansyah, Mahasiswa Sosiologi FISIP UMM. (Dok/Radar Gresik)
Kampung Sanan adalah salah satu kampung yang terletak di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing Kota Malang. Kampung Sanan memiliki luas ± 20 Ha, yang mana meliputi RW 14 (4 RT), RW 15 (9 RT), RW 16 (9 RT). Sentra industri di daerah Sanan Kota Malang ini mulai dibentuk pada tahun 1970 an Kampung Sanan kebanyakan melanjutkan usaha yang bersifat turun temurun yang cukup terkenal baik dari dalam wilayah kota Malang hingga luar kota, hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi Kampung Sanan.

Akan tetapi pada zaman itu masyarakat kampung Sanan hanya menjual tempe yang belum tersaji dan juga tempe yang digunakan untuk lauk pauk di pasar, dikarenakan pada zaman itu masih belum terinspirasi untuk membuat olahan tempe lainnya. Seiring perkembangan zaman masyarakat sudah mulai termotivasi untuk membuat beberapa olahan tempe menjadi keripik tempe dan dijual di pasar. Akan tetapi, olahan keripik tempe tersebut masih belum bisa laku untuk dijual di pasar. Mulai dari jenis tempe yang dapat digunakan sebagai lauk pauk bahkan tempe olahan yang dijadikan sebagai oleh-oleh.

Baca Juga : Analisis Hubungan Industrial Sistem Pelelangan Ikan Sendang Biru

Hingga pada akhirnya olahan itu tidak sebatas keripik tempe akan tetapi juga terdapat keripik buah seperti dapat diambil contoh yaitu keripik salah, keripik buah naga, keripik apel, keripik nangka, keripik singkong, keripik pisang bahkan juga terdapat beberapa keripik sayur lainnya. Dengan berdirinya usaha tidak lepas dari hubungan industrial karena dalam hal ini berkaitan erat dengan kepentingan antara pekerja dan pengusaha, sehingga seringkali berpotensi menimbulkan perbedaan pendapat, bahkan perselisihan antara kedua belah pihak.

Dalam hubungan industrial itu sendiri itu terdiri dari 2 bagian yaitu Bipartit dan Tripartit yang bisa terjadi karena perselisihan atau hal yang lain. Baik itu perselisihan hubungan industrial, perselisihan hak, perselisihan kepentingan, perselisihan pemutusan
hubungan kerja, maupun perselisihan antar serikat pekerja. Sehingga, dari adanya perselisihan tersebut dilakukan perundingan bipartit dan tripartit. Sementara hubungan industrial yang dilakukan oleh pihak Kampung Industri Sanan itu sendiri melibatkan pemerintah dalah hal usahanya maka dari itu hubungan industrial yang dilakukan adalah Tripartit yaitu lembaga yang dibentuk dalam usaha menyelesaikan masalah perburuhan yang melibatkan pihak ketiga.

Baca Juga : Risiko Sosial Kegiatan Industri Keripik Tempe Di Kampung Sanan

Kampung Sanan mulai dahulu sebelum ada kemajuan teknologi produksi serta pemasaran kripik tempe dilakukan secara manual dan menggunakan alat-alat tradisional yang mereka kerjakan secara manual, sebelum dikenal mereka para pemilik usaha kripik tempe di Kampung Sanan kerap mempromosikan produk buatan mereka kepada para konsumen melalui acara-acara saat ada event.

Hingga kini keripik tempe Sanan sudah mengikuti perkembangan yang ada seperti contoh pada bidang produksi yang sekarang menggunakan alat yang serba modern yang tentunya membuat produk lebih higienis dari sebelumnya dan juga bisa membuat produk yang lebih banyak tentunya bisa mengandalkan kuantitas dan juga kualitas dan pada bidang pemasaran pihak Kampung Sanan bisa mengirim ke luar kota dan mempunyai reseller tetap, serta kini tersedia via online yang memudahkan para konsumen luar kota untuk membeli melalui onlineshop. Pemasaran keripik tempe juga tersebar dibeberapa tempat di Kota Malang. Selain di Kota Malang, keripik tempe ini juga tersebar di beberapa kota-kota besar, seperti Surabaya, Bekasi, Bogor, Denpasar, Sumba.(*) Editor : Hany Akasah
#Malang #Keripik Tempe #UMM #berita gresik #gresik #kampung sanan #universitas muhammadiyah malang #Unmuh Malang #opini mahasiswa