Desa Lumpur atau biasa dikenal dengan Kampung Nelayan merupakan salah satu wilayah yang terletak di pesisir Gresik dan memiliki potensi perikanan yang besar. Para kelompok nelayan di desa tersebut merupakan penyokong utama dari produksi hasil laut di kecamatan Gresik.
Kunjungan pertama dilakukan oleh Mahasiswa Manajemen Rekayasa pada Minggu (16/09), kegiatan yang dilaksanakan berupa survey lokasi untuk menentukan tempat dan mitra kegiatan sosialisasi dan pendampingan pengembangan produk yang akan dilakukan. Selanjutnya melakukan identifikasi pasar melalui penyebaran kuesioner untuk mengetahui minat dan target pasar akan suatu produk olahan dari hasil tangkapan.
Berdasarkan hasil identifikasi pasar, hasil tangkapan nelayan yang akan dikembangkan adalah udang. Dikarenakan hasil tangkapan udang yang sering didapat setiap harinya dan dari hasil penyebaran kuesioner yang telah dilakukan, sebanyak 116 responden mendukung pengembangan produk olahan udang berupa nugget udang.
Selanjutnya pada Hari sabtu (03/12) mahasiswa Manajemen Rekayasa UISI memberikan pendampingan dan pelatihan pembuatan “Nugget Udang”. Kegiatan ini merupakan wujud pengembangan produk hasil tangkapan nelayan di Desa Lumpur, Gresik. Kegiatan diawali dengan memberikan sosialisasi terkait pentingnya inovasi dalam usaha sebagai upaya mensejahterakan keluarga dengan melibatkan akademisi. Setelah sosialisasi dilanjutkan pada kegiatan perencanaan suatu produk hasil tangkapan.
Baca juga : HIMATRIAN UISI Raih Dua Penghargaan Dalam Ajang Abdidaya 2022
Kemudian dilakukan pendampingan secara langsung kepada kelompok istri nelayan. Dengan terlibat langsung dalam proses pengolahan dan pembuatan produk nugget udang hingga penentuan komposisi yang optimal. Dalam proses pembuatan produk nugget udang dilakukan dengan perpaduan/komposisi daging udang sebanyak 90% dan 10% tepung beserta campuran bahan pelengkap lainnya.
Setelah dilakukan pendampingan pengembangan produk hasil tangkapan, pendampingan dan pelatihan pembuatan “Nugget Udang” sebagai wujud pengembangan produk hasil tangkapan Nelayan Desa Lumpur, Gresik. Maka ditahap progress selanjutnya mahasiswa Manajemen Rekayasa UISI, membantu pembentukan UMKM serta sosialisasi pengemasan dan pemasaran kepada istri Nelayan Desa Lumpur, Gresik.
Kegiatan dilaksanakan pada (24/12) bertempat di depan rumah warga, Jl. Sindujoyo 10 D RT: 04 RW: 02. Adapun kegiatan pendampingan dalam rangka pembentukan UMKM meliputi pengenalan awal mengenai UMKM, Fungsi Pembentukan UMKM, Tujuan Pembentukan UMKM, Target yang ingin dicapai UMKM dan Penentuan Struktur UMKM. Dari kegiatan pendampingan tersebut telah terbentuk sebuah UMKM baru di Desa Lumpur dengan nama “UMKM MR.UdangKu” yang diketuai oleh Ibu Yuli dengan produk pertamanya Nugget Udang.
"Dilaksanakan sosialisasi mengenai pengemasan dan pemasaran produk Nugget Udang. Sesi pertama diberikan penjelasan mengenai pengenalan awal proses pengemasan, fungsi pengemasan, tujuan pengemasan dan jenis pengemasan yang akan digunakan pada produk Nugget Udang." Ujar Ibu Yuli
Berdasarkan penjelasan pengemasan dan hasil penyebaran kuesioner dengan hasil 116 responden yang telah dilakukan. Terdapat 2 jenis pengemasan yaitu kemasan plastic vakum diperuntukan untuk produk beku (Frozen). Sedangkan, kemasan kertas karton diperuntukan untuk produk kering (siap saji).
Baca juga : UISI Bantu Kembangkan Ekonomi Masyarakat Pesisir di Pulau Bawean
Baca juga : PPK HIMATRIAN UISI Fasilitasi Pengembangan Produk Gula Aren Bawean
Sosialisasi selanjutnya mengenai pemasaran yang meliputi pengenalan awal pemasaran, fungsi pemasaran, tujuan pemasaran, manfaat pemasaran dan jenis pemasaran yang akan digunakan pada produk Nugget Udang. Berdasarkan penjelasan pemasaran dan hasil penyebaran kuesioner dengan hasil 116 responden yang telah dilakukan.
Terdapat 2 metode pemasaran yaitu pemasaran offline dan online. Untuk pemasaran offline menggunakan system kerjasama dengan pedagang pasar, toko, minimarket dan reseller. Sedangkan, untuk pemasaran online menggunakan platform digital (Shopee Food & Go-Food) dan mengoptimalkan penggunaan media sosial (WhatsApp & Instagram) yang di support dengan pembayaran dompet digital seperti OVO, DANA, Internet Banking dan QRis. (*) Editor : Hany Akasah