Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lestarikan Warisan Daerah, Pelajar di Gresik Belajar Teknik Membatik Langsung dari Pengrajin

F
Penulis: Fajar Yuliyanto❯
Membatik : Para siswa saat mengenalkan dan mempelajari budaya lokal Gresik melalui media batik. (Fajar/ Radar Gresik)
Membatik : Para siswa saat mengenalkan dan mempelajari budaya lokal Gresik melalui media batik. (Fajar/ Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK – Sebanyak 56 siswa dari salah satu MTs menggelar kegiatan outing class dengan mengunjungi Batik Gajah Mungkur dan kawasan bersejarah Kampung Kemasan. Kegiatan edukatif ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah serta kearifan lokal Gresik melalui pembelajaran langsung di luar kelas.

Agenda ini menjadi bagian dari implementasi integrasi kurikulum sekolah berbasis literasi yang diterapkan oleh pihak madrasah. Melalui observasi lapangan, para siswa diarahkan untuk aktif mengumpulkan informasi, mencatat hasil pengamatan, menyusun laporan kegiatan, hingga mempresentasikannya secara berkelompok saat kembali ke sekolah.

Advertisement

Guru pendamping, Ika Sari Maulidah, menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini para siswa mendapatkan materi mendalam mengenai sejarah Rumah Gajah Mungkur, filosofi ragam motif batik khas Gresik, hingga tapak tilas sejarah kawasan Kampung Kemasan dan benda-benda peninggalan zaman dahulu.

Tidak hanya menerima teori, para siswa juga diajak untuk melakukan praktik membatik secara langsung menggunakan canting. Mereka belajar membuat pola sederhana, menorehkan malam di atas lembaran kain, serta mengenal teknik-teknik dasar membatik yang benar.

“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga secara langsung dalam mengenal budaya lokal dan proses rumit di balik pembuatan batik khas Gresik,” ujar Ika Sari.

Petualangan literasi budaya berlanjut saat para siswa bergeser ke kawasan Kampung Kemasan. Di sana, mereka diajak menyusuri sejarah kota lama Gresik sekaligus melihat dari dekat berbagai koleksi benda kuno otentik, seperti setrika arang hingga koran-koran lawas.

Pihak madrasah berharap outing class ini mampu menumbuhkan rasa cinta yang kuat terhadap warisan budaya daerah melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, kontekstual, dan berbasis literasi.

Keseruan para siswa ini disambut hangat oleh Pemilik (Owner) Batik Gajah Mungkur, Choiri. Ia menjelaskan bahwa bangunan tempat usahanya memiliki keunikan tersendiri, yakni arsitektur yang memadukan empat unsur budaya sekaligus: Tiongkok, Jawa, Kolonial, dan Arab, lengkap dengan ikon patung gajah mungkur yang legendaris.

Choiri mengapresiasi tinggi antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh para siswa, terutama saat sesi praktik membatik dimulai.

“Ada beberapa anak yang bahkan sudah mulai terlihat bakat seninya. Harapan kami, melalui kegiatan seperti ini, generasi muda semakin mencintai seni dan budaya lokal agar eksistensinya tetap lestari,” ungkap Choiri.

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Gresik Sukses Panen Raya Jagung 80 Ton di Panceng

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Gresik Sukses Panen Raya Jagung 80 Ton di Panceng

Polres Gresik menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program strategis pemerintah di sektor agraria. Melalui agenda Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, korps bhayangkara sukses memanen sekitar 80 ton jagung di lah

Dukung Perekonomian Desa, 126 Koperasi Merah Putih di Gresik Siap Beroperasi

Dukung Perekonomian Desa, 126 Koperasi Merah Putih di Gresik Siap Beroperasi

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara serentak meluncurkan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia. Dari ribuan titik yang diresmikan tersebut, Kabupaten Gresik

Diduga Rem Blong, Truk Tronton Hantam Empat Kendaraan dan Warkop di Menganti Gresik

Diduga Rem Blong, Truk Tronton Hantam Empat Kendaraan dan Warkop di Menganti Gresik

Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Raya Bringkang, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Peristiwa tersebut melibatkan empat kendaraan roda empat atau lebih, serta satu unit sepeda motor yan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer