26 C
Gresik
Thursday, 30 March 2023

UISI Bantu Kembangkan Ekonomi Masyarakat Pesisir di Pulau Bawean

GRESIK – Potensi perikanan dipulau Bawean sangatlah melimpah, dengan komoditas utama perikanan yaitu ikan tongkol (Euthynnus affinis), Lobster (Nephropidae), dan ikan ekor kuning. Namun, Hasil komoditas perikanan yang melimpah ini belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga ikan dengan harga ekonomis tinggi menjadi terbuang sia-sia.

Beberapa dusun dipulau bawean memanfatkan hasil perikanan tangkap tersebut untuk pengembangan produk diversifikasi perikanan khususnya pada intermediate produk dan produk siap saji, Produk tersebut berupa olahan dengan penggunaan pati yang cukup tinngi seperti kerupuk lekok, posot posot, pempek kering, kerupuk sanggar.

Kapasitas produksi untuk setiap rumah sekitar 5-10 kg/hari dengan nilai harga jual paling rendah Rp 14.000/bungkus dan paling tinggi Rp 40.000/bungkus. selain itu, teknik pemasaran yang dilaksanakan hingga saat ini yaitu dengan sistem menitipkan produk pada toko toko sekitar dan belum ada pengembangan produk serta pemasaran karena Proses produksiĀ  ditentukan dari persediaan bahan baku ikan.

Azmi Alvian Gabriel, S.TP, M.P., MPM., MQM mengungkapkan bahwa pengembangan produk olahan kerupuk menjadi salah satu upaya pemanfaatan sumberdaya kearifan lokal yang sangat berpotensi untuk menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat sekitar pesisir Bawean.

GRESIK – Potensi perikanan dipulau Bawean sangatlah melimpah, dengan komoditas utama perikanan yaitu ikan tongkol (Euthynnus affinis), Lobster (Nephropidae), dan ikan ekor kuning. Namun, Hasil komoditas perikanan yang melimpah ini belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga ikan dengan harga ekonomis tinggi menjadi terbuang sia-sia.

Beberapa dusun dipulau bawean memanfatkan hasil perikanan tangkap tersebut untuk pengembangan produk diversifikasi perikanan khususnya pada intermediate produk dan produk siap saji, Produk tersebut berupa olahan dengan penggunaan pati yang cukup tinngi seperti kerupuk lekok, posot posot, pempek kering, kerupuk sanggar.

Kapasitas produksi untuk setiap rumah sekitar 5-10 kg/hari dengan nilai harga jual paling rendah Rp 14.000/bungkus dan paling tinggi Rp 40.000/bungkus. selain itu, teknik pemasaran yang dilaksanakan hingga saat ini yaitu dengan sistem menitipkan produk pada toko toko sekitar dan belum ada pengembangan produk serta pemasaran karena Proses produksiĀ  ditentukan dari persediaan bahan baku ikan.

-

Azmi Alvian Gabriel, S.TP, M.P., MPM., MQM mengungkapkan bahwa pengembangan produk olahan kerupuk menjadi salah satu upaya pemanfaatan sumberdaya kearifan lokal yang sangat berpotensi untuk menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat sekitar pesisir Bawean.

Most Read

Berita Terbaru