RADAR GRESIK - Tatik Respati Sigit, seorang guru KBTKIT AL Ibrah Gresik, memiliki misi mulia untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kisah-kisah Islami dan membangun generasi Qurani.
Sebagai Juru Kisah PPMI (Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia), Tatik aktif mendongengkan kisah-kisah inspiratif di berbagai acara dan komunitas.
“Saya ingin mewujudkan budaya literasi yang dinamis dan kreatif secara Islami pada anak usia dini. Sehingga kedepannya bisa menumbuhkan anak-anak Indonesia yang berkarakter Qur'ani, bermartabat tinggi, dan memiliki daya juang tinggi,” ujar Tatik.
Tatik selalu fokus pada menumbuhkan rasa senang dan cinta terhadap kisah-kisah Qurani, seperti Sirah Nabawiyah, Tarikh Khulafa, sejarah para ulama, pahlawan serta cerita fiksi Islami.
Hal tersebut dilandasi oleh keprihatinannya terhadap krisis multi dimensi yang dihadapi bangsa. Ia melihat krisis ini berawal dari krisis individual, dan untuk itu, perlu ada usaha transformatif untuk membangun jati diri bangsa dan merumuskan cita-cita luhur.
“Saya memilih fokus pada anak usia dini, generasi belia yang menjadi fondasi bangsa. Saya yakin dengan menanamkan nilai-nilai luhur Islam sejak dini, anak-anak akan menjadi generasi yang tangguh dan membawa perubahan positif bagi bangsa,” pungkasnya.
Keinginan besarnya adalah merealisasikan Islam yang rahmatan lil alamin, meneruskan dakwah dan tarbiyah Islam, serta mengkonservasi nilai-nilai luhur bangsa yang dijiwai keimanan dan ke-Islaman. “Harapannya, ingin menjadi sumber inspirasi dan 'sumber energi' bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan dakwah dan pendidikan Islam untuk kalangan anak-anak di masyarakat,” imbuh Tatik. (rir/han)
Editor : Hany Akasah