Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Masjid di Gresik Jadi Jujukan DMI se-Indonesia untuk Pengelolaan Manajemen Secara Profesional

Yudhi Dwi Anggoro • Minggu, 7 Juli 2024 | 20:01 WIB
MANAJEMEN PROFESIONAL: Masjid Moedhar Arifin terlihat bercahaya di malam hari dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yang terletak di Kecamatan Sidayu.
MANAJEMEN PROFESIONAL: Masjid Moedhar Arifin terlihat bercahaya di malam hari dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yang terletak di Kecamatan Sidayu.

 RADAR GRESIK- Masjid Moedhar Arifin yang berada di kawasan Pantura Jawa Timur menjadi magnet baru. Masjid yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada tahun 2022 ini memiliki berbagai fasilitas serta dikelola secara profesional.

Beberapa waktu lalu, Ketua DMI Sukamara Kalimantan Selatan H Ahmadi mengatakan studi tiru itu untuk belajar pengelolaan manajemen masjid secara profesional.

“Tujuan kami ke sini memang ingin belajar. Ingin meniru pengelolaan dan aturan tertulis dalam memakmurkan masjid, karena kami menaungi 32 masjid di Sukamara,” katanya.

Di Masjid Moedhar Arifin mampu menampung 3.000 jemaah, artinya ini sangat luas. Bahkan dilengkapi area parkir luas, food court, rest area, ruang bermain anak, aula, tempat perbelanjaan dan heliped.

Berlokasi di Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik, Masjid Moedhar Arifin menjadi alternatif jujukan bagi peziarah wali songo.

Biasanya, para peziarah dari Sunan Gresik, Sunan Ampel dan Sunan Giri sebelum ke Sunan Drajat atau Sunan Bonang pasti melewati masjid tersebut.

Pengurus yayasan Harfin yang menaungi manajemen Masjid Moedhar Arifin, Umar Faruq menyampaikan jika masjid ini didedikasikan untuk jemaah dan warga.

Masjid tersebut mulai dibangun tahun 2018 dan mulai digunakan tahun 2020. Kemudian pada 2022, masjid tersebut diresmikan Presiden Joko Widodo disela kunjungannya ke Kabupaten Gresik.

Masjid ini diprakarsai oleh dua bersaudara H. Achmad Moed’har Syah, dan Almarhum H Achmad Djauhar Arifin.

Kedua almarhum merupakan pendiri Polowijo Gosari Group yang masih eksis hingga saat ini.

"Mangkanya masjid ini diberi nama Masjid Akbar Moed'har Arifin karena pembangunan atas inisiatif beliau berdua Moed'har Syah dan Djauhari Arifin," katanya.

Umar Faruq menambahkan masjid ini dilengkapi berbagai fasilitas yang gratis untuk jemaah. Bahkan, disediakan tempat bermain khusus anak.

Berbagai program juga dilakukan oleh takmir masjid, salah satunya kajian dakwah dengan menghadirkan tokoh nasional.

Bahkan beberapa waktu lalu ada Ustadz Adi Hidayat yang memberikan tabligh akbar. Kemudian, ada juga Food Court yang disewakan kepada jemaah dengan harga sangat murah.

"Ada kewajiban untuk para penjual di Food Court itu untuk tutup sementara jika waktunya salat," ujarnya.

Selain luas dan megah masjid ini menerapkan kebersihan ekstra.

Bahkan, menyiagakan petugas yang khusus membersihkan toilet. Masjid ini juga menyediakan makan serta minuman gratis kepada jemaah.

"Yakni saat selesai salat Jumat dan Subuh, ini bentuk layanan kami kepada jemaah masjid agar selalu makmur," jelasnya.

Ketua DMI Kabupaten Gresik Zainal Abidin mengungkapkan jika masjid-masjid di Gresik bisa dikatakan sebagai percontohan di Jatim, bahkan jadi studi tiru pengurus masjid maupun DMI seluruh Indonesia.

Dua masjid yang jadi jujukan ini, biasanya Masjid Petrokimia Gresik dan Moedhar Arifin. Keduanya memiliki karakteristik tersendiri.

Misalnya, Masjid Petrokimia Gresik memiliki karakteristik pengelolaan UMKM masjid sedangkan Moedhar Arifin lebih pada manajemen yang profesional. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#manajemen #jemaah #Moedhar Arifin #wali songo #Profesional #DMI #masjid