RADAR GRESIK – Guna menjamin ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Polres Gresik bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan modern.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (17/3) pagi ini menyisir dua titik utama, yakni Pasar Baru Gresik dan Superindo, untuk memantau langsung kondisi di lapangan.
Sidak yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dan Kepala Diskoperindag Gresik Darmawan.
Turut mendampingi dalam rombongan antara lain Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya, jajaran Satgas Pangan, perwakilan Bagian Perekonomian, serta petugas Satpol PP Kabupaten Gresik.
Berdasarkan hasil pemantauan, Kepala Diskoperindag Gresik, Darmawan, mengungkapkan bahwa secara umum stok bahan kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Gresik masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lebaran nanti. Meski stok aman, tim menemukan adanya fluktuasi harga pada beberapa komoditas tertentu.
"Dari hasil sidak di pasar tradisional maupun modern, stok secara umum mencukupi. Namun demikian, masih terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama pada jenis cabai, sementara komoditas lainnya relatif stabil," jelas Darmawan pada Selasa (17/3).
Kenaikan harga pada jenis cabai rawit yang kini menyentuh angka Rp90.000 per kilogram serta bawang merah di kisaran Rp35.000 per kilogram disinyalir akibat faktor cuaca.
Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banyak petani mengalami gagal panen serta mempercepat proses pembusukan hasil bumi. Meski begitu, komoditas lain seperti beras premium tetap di harga Rp14.900 per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, dan telur ayam Rp29.000 per kilogram.
Selain pasar, rombongan juga meninjau Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Gresik untuk memastikan pasokan protein hewani. Saat ini, harga daging sapi terpantau stabil di angka Rp113.000 per kilogram, sementara daging ayam berkisar antara Rp40.000 hingga Rp44.000 per kilogram.
Baca Juga: Freeport Indonesia Beri Kado Lebaran dan Ajak Bukber Anak Yatim di Jakarta dan Gresik
Pihak bidang peternakan pun telah menyiagakan tenaga juru potong tambahan guna mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang hari raya.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa pengawasan ini tidak akan berhenti di satu titik saja. Satgas Pangan akan terus bergerak secara berkala hingga lebaran 2026 untuk memastikan tidak ada penimbunan maupun permainan harga yang merugikan konsumen.
"Tentunya ini kita lakukan secara berkala, tidak hanya di sini saja. Kami akan pantau terus sampai menjelang lebaran untuk memastikan stok dan keterjangkauan harga bagi masyarakat," tegas AKBP Ramadhan Nasution.
Kapolres juga mengimbau masyarakat Gresik agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying, karena pasokan logistik di Gresik dipastikan melimpah.
Kepada para pedagang, ia memberikan peringatan agar menjual bahan pokok sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah demi menjaga kondusivitas ekonomi daerah. (yud/han)
Editor : Hany Akasah