RADAR GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik sukses menggelar pelatihan kesehatan mental inovatif bagi 18 warga binaan perempuan. Program ini mengusung pendekatan Appreciative Inquiry, sebuah metode yang fokus pada penggalian potensi dan kekuatan positif diri.
Pelatihan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kesadaran dan ketangguhan mental para warga binaan perempuan. Tujuannya adalah membantu mereka menemukan dan mengembangkan potensi positif dalam diri, bahkan di tengah masa pidana. Dengan Appreciative Inquiry, peserta didorong untuk menggali kekuatan pribadi, mengingat pengalaman positif, dan membangun harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Yuliawan Dwi Nugroho, melalui Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Anggi Fauzi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung program ini. "Kerja sama ini diharapkan terus berlanjut dalam bentuk kegiatan lain yang memperkuat aspek kemanusiaan dan pengembangan diri warga binaan," ujar Anggi.
Materi pelatihan disampaikan oleh Lantip Muhammad Dewabrata dari PKPK Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. “Dengan pendekatan yang partisipatif dan reflektif, Lantip mengajak para peserta untuk saling berbagi cerita, pengalaman hidup, dan menemukan nilai-nilai yang membangun ketahanan psikologis," katanya.
Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para warga binaan perempuan, yang merasa dihargai dan diperhatikan secara personal maupun emosional. "Mereka tidak hanya belajar mengenal diri, tetapi juga mulai menumbuhkan semangat untuk memperbaiki kehidupan pasca masa tahanan," tambahnya.
Kolaborasi lintas lembaga ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pemulihan psikologis dan pemberdayaan perempuan di lingkungan pemasyarakatan. “Melalui pendekatan yang humanis dan transformatif, pelatihan ini diharapkan menjadi model pembinaan yang berdampak nyata bagi reintegrasi sosial warga binaan,” harapnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah