RADAR GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik terus mematangkan langkah transformasi pelayanan kesehatan di tingkat akar rumput. Salah satu fokus penataan tersebut menyasar Posyandu Slempit, Kecamatan Kedamean, yang kini resmi bertransformasi dengan menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Selain memberikan pembinaan kelembagaan posyandu, momentum ini juga dimanfaatkan untuk menggencarkan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Melalui pembiasaan pola hidup sehat sejak dini, masyarakat diharapkan dapat meminimalkan risiko terserang berbagai penyakit.
Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali. Ia tampak menyapa ramah satu per satu anak-anak yang tengah mengikuti pemeriksaan kesehatan dan mengapresiasi tingginya kesadaran para orang tua di wilayah setempat.
“Saya sangat senang melihat antusiasme warga yang begitu besar hadir membawa putra-putrinya ke Posyandu dalam rangkaian TMMD 128 Gresik ini. Tumbuh kembang anak yang bagus tercermin dari bagaimana orang tua aktif memantau perkembangannya lewat posyandu,” ujar Nurul, Jumat (15/5).
Lebih lanjut, Nurul menjelaskan bahwa wajah posyandu masa kini telah mengalami perubahan paradigma yang besar. Posyandu tidak lagi sekadar melayani pemantauan kesehatan ibu dan anak (KIA), melainkan telah menjelma menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup enam bidang pelayanan dasar masyarakat.
Baca Juga: Waspada Penularan Campak di Gresik: Dinkes Catat 65 Kasus Suspek, Imunisasi Lengkap Jadi Kunci Utama
Enam Bidang Pelayanan Minimal Posyandu Era Baru meliputi Bidang Kesehatan, Bidang Pendidikan, Bidang Pekerjaan Umum, Bidang Perumahan Rakyat, Bidang Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat, dan Bidang Sosial.
"Transformasi menyeluruh ini memiliki tujuan besar, yaitu meningkatkan derajat kesehatan, kesejahteraan, sekaligus kualitas hidup warga secara terintegrasi," imbuhnya.
Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, menegaskan bahwa posyandu merupakan garda terdepan institusi kesehatan dalam mendeteksi dan memantau tumbuh kembang anak sejak dini.
"Termasuk dalam program prioritas pengentasan stunting di Kota Pudak, posyandu ini memegang peranan krusial sebagai instrumen pencegahan awal," kata dr. Mukhibatul.
Ia menjabarkan, melalui posyandu, indikator tumbuh kembang anak seperti berat badan dan tinggi badan diukur secara berkala. Jika dalam beberapa kali penimbangan tidak menunjukkan progres peningkatan yang normal, tim medis dan kader posyandu dapat melakukan intervensi dengan cepat.
“Sebaliknya, kalau orang tua tidak membawa anaknya ke posyandu, masalah gangguan tumbuh kembang akan sulit terdeteksi secara dini. Akibatnya, penanganan akan terlambat jika nantinya ditemukan masalah stunting atau gizi buruk pada anak,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah