Dinkes Gresik Catat Puluhan Kasus Suspek Chikungunya, Warga Diminta Waspada Gejala Kelumpuhan Sementara

RADAR GRESIK – Memasuki musim pancaroba, masyarakat Kabupaten Gresik diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit menular.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mencatat sebanyak 41 kasus suspek Chikungunya telah ditemukan di sejumlah wilayah sepanjang awal tahun 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik, dr. Puspitasari Wardani, mengungkapkan bahwa sebaran kasus tersebut terkonsentrasi di dua kecamatan.
Baca Juga: Minimalkan Risiko Tunggakan, BPJS Kesehatan Gresik Dorong Peserta Manfaatkan Fitur Autodebet
Pada Maret 2026, tercatat sebanyak 22 orang di Kecamatan Bungah mengalami gejala mencurigakan. Sementara itu, pada April 2026, giliran Kecamatan Kebomas yang melaporkan adanya 19 orang dengan gejala serupa.
“Total hingga awal Mei 2026 ini, sudah tercatat 41 orang dengan gejala klinis yang mengarah pada Chikungunya,” jelas dr. Puspitasari, Senin (4/5).
Penyakit Chikungunya sendiri disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Meski secara umum kondisi pasien dapat membaik dalam waktu satu minggu, dr. Puspitasari memperingatkan adanya risiko komplikasi yang cukup mengganggu.
“Gejala yang sering muncul antara lain demam, nyeri otot dan sendi, pembengkakan sendi, sakit kepala, tubuh lemah, serta mual. Pada kondisi tertentu, Chikungunya bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan sementara,” terangnya.
Nyeri sendi yang dirasakan penderita biasanya berlangsung selama 1 hingga 2 minggu. Namun, dalam beberapa kasus, keluhan tersebut bisa menetap hingga berbulan-bulan. Karena belum ada obat khusus virusnya, penanganan medis bersifat simptomatis atau hanya meredakan gejala yang muncul.
“Pengobatan fokus pada pereda gejala, seperti pemberian parasetamol untuk menurunkan demam serta obat antiinflamasi guna mengurangi nyeri sendi yang hebat,” imbuhnya.
Baca Juga: Dorong Transformasi Digital, ASN Gresik Dilatih Cyber Security hingga Analisa Data Berbasis AI
Menyikapi temuan ini, Dinkes Gresik mengimbau masyarakat untuk memperketat langkah pencegahan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus.



