Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Perjuangan Kasima Warga Lowayu Dukun Berakhir Nyawa Akibat Jebakan Tabungan Koperasi

Muhammad Firman Syah • Rabu, 22 Januari 2025 | 17:11 WIB
Adik korban Hj Kasima nasabah BMT Al Fitrah menunjukkan bukti kwitansi uang di tabungan adiknya yang tidak bisa ditarik.
Adik korban Hj Kasima nasabah BMT Al Fitrah menunjukkan bukti kwitansi uang di tabungan adiknya yang tidak bisa ditarik.

Dukun- Di sudut kecil Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Gresik, kisah pilu Kasima ,61, berakhir tragis. Sosok wanita tangguh ini berpulang setelah berjuang keras mencairkan uang tabungannya di koperasi simpan pinjam BMT Al-Fitrah, sebuah perjalanan yang tak pernah membuahkan hasil.

Kasima bukan hanya seorang ibu rumah tangga. Ia adalah pejuang keluarga yang dengan susah payah mengumpulkan uang demi kebutuhan pengobatan dirinya. Tabungan sebesar Rp 110 juta itu disimpannya dalam bentuk deposito pada 2023, dengan harapan bunga tinggi yang ditawarkan koperasi dapat membantu biaya kesehatannya. Namun, harapan itu runtuh saat dana yang ia percayakan tak bisa dicairkan meski jatuh tempo telah lewat.

“Kakak saya sakit-sakitan, uang itu untuk pengobatan beliau. Tapi sampai beliau wafat, sepeser pun tidak bisa kami ambil,” cerita Sukono, adik almarhumah, dengan nada lirih.

Bahkan, saat Kasima membutuhkan Rp 2 juta untuk biaya berobat, koperasi tetap tak memberikan bantuan hingga meninggalkan keluarga dalam keputusasaan.

Bukti perjuangannya tertuang dalam surat-surat warkat deposito yang kini menjadi kenangan pahit. Kasima, yang seharusnya menikmati hasil jerih payahnya, kini menjadi simbol korban ketidakadilan koperasi yang menarik banyak warga dengan iming-iming bunga tinggi dan hadiah menarik.

Kepergian Kasima menjadi pengingat bahwa di balik tawaran menggiurkan, sering kali ada risiko yang tak terlihat. Bagi Sukono dan korban lainnya, perjuangan belum usai.

"Kami akan terus melawan agar uang kami kembali,” tegas Sukono.

Di tengah deretan rumah sederhana Desa Lowayu, kenangan mendiang Kasima tetap hidup. Ia adalah seorang ibu, seorang pejuang, dan kini simbol betapa pentingnya perlindungan terhadap masyarakat kecil yang rentan menjadi korban penipuan berkedok investasi.

Kasima hanyalah satu dari 29 korban lainnya yang telah melaporkan BMT Al-Fitrah atas dugaan penipuan dan penggelapan dana. Total kerugian para korban diperkirakan mencapai miliaran rupiah, dengan nominal tabungan bervariasi dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Kuasa hukum korban, M. Bonang Khalimudin, menjelaskan bahwa kasus ini merupakan tragedi besar bagi masyarakat yang mempercayakan simpanannya kepada koperasi tersebut.

"Kasima adalah salah satu nasabah dengan tabungan terbesar. Kami berharap keadilan bisa ditegakkan dan dana mereka segera dikembalikan,” ujarnya.

 

Editor : Cak Fir
#Koperasi #tabungan hilang #bmt