RADAR GRESIK – Kabupaten Gresik tidak hanya dikenal sebagai Kota Industri, tetapi juga kaya akan tradisi sakral pasca-Ramadan. Salah satu yang tetap eksis dan terjaga kelestariannya adalah Tradisi Ambengan Ikan Bandeng, sebuah ritual makan bersama sebagai ungkapan rasa syukur merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Tradisi ini menjadi pemandangan khas di berbagai sudut desa, terutama di wilayah Gresik Utara hingga Kecamatan Duduksampeyan. Warga berbondong-bondong membawa talam atau wadah besar berisi nasi dan lauk-pauk ke masjid atau mushala setempat untuk dinikmati bersama.
Baca Juga: Gresik Mendadak Sunyi, Jalanan Kota Lengang dan Pusat Kuliner Tutup Ditinggal Pemudik
Menu utama yang wajib ada dalam talam tersebut adalah Ikan Bandeng. Bukan sembarang bandeng, warga biasanya menyajikan bandeng ukuran besar hasil buruan dari "Pasar Bandeng" yang digelar menjelang Lebaran lalu.
"Tradisi ambengan ini adalah bentuk rasa syukur kami setelah sebulan penuh berpuasa. Sebelum makan bersama, kami awali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat," ujar Sahlul, salah satu warga yang rutin melestarikan tradisi ini, Minggu (22/3).
Keunikan dari tradisi ini adalah cara santapnya. Satu talam ambengan biasanya dinikmati oleh tiga hingga empat orang secara melingkar.
Baca Juga: Tragedi di Hari Lebaran, Balita Asal Menganti Gresik Ditemukan Meninggal di Empang
Selain ikan bandeng berukuran jumbo—bahkan ada yang mencapai berat dua kilogram per ekor—lauk pendamping seperti telur dan sambal khas Gresik turut melengkapi kelezatan hidangan tersebut.
Suasana penuh kehangatan sangat terasa saat warga dari berbagai usia duduk bersama tanpa sekat, menunjukkan kerukunan antar-tetangga yang kental.
"Sudah turun temurun kami melestarikan ini. Ikan bandeng besar yang kami beli saat Pasar Bandeng kemarin, hari ini kami olah dan makan bersama. Alhamdulillah, tradisi ambengan ikan bandeng ini masih terus lestari hingga saat ini," tambah Sahlul.
Baca Juga: Mudik ke Gresik? Jangan Sampai Melewatkan 5 Kuliner Khas yang Menggugah Selera Ini!
Bagi masyarakat Gresik, ambengan bukan sekadar soal mengenyangkan perut, melainkan simbol keberkahan dan perekat silaturahmi yang tak lekang oleh waktu di hari kemenangan. (jar/han)
Editor : Hany Akasah