Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Perkuat Konsep Green Port, Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Petakan Biota Laut

Hany Akasah • Selasa, 14 Juli 2026 | 19:59 WIB
PT Terminal Teluk Lamong (PT TTL) memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dengan menggandeng Pusat Riset Sistem Biota dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (Foto : Ist/Radar Gresik)
PT Terminal Teluk Lamong (PT TTL) memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dengan menggandeng Pusat Riset Sistem Biota dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – PT Terminal Teluk Lamong (PT TTL) memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas ini resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pusat Riset Sistem Biota (PRSB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan pemetaan biota laut di kawasan perairan Teluk Lamong.

Kerja sama riset ini mencakup pelaksanaan pemetaan keanekaragaman hayati seperti plankton, makrobenthos, dan nekton. Langkah sains ini sekaligus menjadi basis penyusunan buku Wildlife Series 2: Biota Laut Kawasan Teluk Lamong sebagai bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan perusahaan.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan Kepelabuhanan, Terminal Teluk Lamong Perkuat Sinergi Bersama GINSI Jatim

Sebanyak tujuh peneliti ahli dari PRSB BRIN telah menuntaskan riset lapangan selama lima hari, mulai 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Tim menyisir perairan PT TTL untuk mengambil sampel dan mengidentifikasi kelompok biota laut guna menyusun profil keanekaragaman hayati kawasan pesisir tersebut.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menegaskan bahwa sebagai terminal peti kemas yang konsisten mengedepankan konsep Green Port, keberlanjutan bisnis harus ditopang oleh data dan kajian ilmiah yang kredibel.

"Melalui kerja sama dengan BRIN, kami ingin memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi biota laut di kawasan Teluk Lamong, sehingga setiap langkah pengelolaan lingkungan yang kami lakukan memiliki dasar ilmiah yang kuat," ujar Syaiful Anam, Selasa (14/7).

Baca Juga: Terminal Teluk Lamong Kenalkan Sistem TBS dan Waiting Area untuk Kelancaran Jalur Logistik

Anam berharap validitas data dari riset ini tidak hanya bermanfaat internal bagi perusahaan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta upaya pelestarian ekosistem pesisir di Indonesia secara luas.

Senada, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Dr. Hanung Agus Mulyadi, S.Pi., M.Si., mengungkapkan bahwa sinergi ini menjadi pemantik inovasi berbasis sains yang berdampak positif bagi ekosistem. Berdasarkan sampel awal dari lapangan, kualitas lingkungan perairan pelabuhan ramah lingkungan tersebut tergolong positif.

"Secara umum kondisi biota laut di kawasan perairan PT Terminal Teluk Lamong menunjukkan indikasi yang baik. Keanekaragaman biota yang kami temukan, mulai dari plankton, makrobenthos, hingga nekton, menunjukkan bahwa ekosistem di kawasan ini masih mampu mendukung kehidupan berbagai organisme perairan," ungkap Hanung.

Baca Juga: Strategi Komunikasi Digital Berbuah Prestasi, PT Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026

Meski demikian, Hanung menambahkan bahwa seluruh sampel yang dikumpulkan masih harus melewati tahapan analisis laboratorium yang lebih mendalam untuk mendapatkan hasil yang komprehensif. Data akhir riset ini diproyeksikan menjadi rujukan resmi bagi program konservasi pesisir dan tata kelola pelabuhan berkelanjutan di masa depan. (han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
biota laut gresik BRIN terminal teluk lamong ttl