Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Sukses Tembus Malaysia, Pakan Ternak Inovatif UMKM Gresik Kini Ekspor ke Australia

Riri Masfardian • Senin, 1 Desember 2025 | 03:34 WIB
Gubernur Khofifah Indar Parawansa melepas langsung ekspor UMKM asal Gresik.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa melepas langsung ekspor UMKM asal Gresik.

RADAR GRESIK – Inovasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) milik anak muda Gresik kembali mencuri perhatian dalam ajang Festival Ekspor Jawa Timur 2025.

Subkhi Basyar, owner PT Aji Bakuh Anugrah (PT ABA), sukses membawa produk lokal berbahan limbah perkebunan naik kelas hingga menembus pasar internasional, kini menyasar pasar ketat di Australia.

Subkhi berhasil mengekspor 100 ton/bulan pakan ternak yang diolah dari cocoa shell (kulit cokelat), yaitu limbah agroindustri yang selama ini jarang dimanfaatkan industri besar. Melalui riset dan pengolahan yang konsisten, limbah ini disulap menjadi komoditas bernilai tambah tinggi.

Pengiriman resmi produk UMKM ini dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Dermaga PT Terminal Petikemas Surabaya, Rabu (26/11) lalu.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya menekankan peran anak muda dalam memperkuat perekonomian daerah.

“Ekspor bukan hanya milik perusahaan besar. Anak-anak muda Jawa Timur kini telah membuktikan bahwa inovasi lokal bisa bersaing di pasar dunia,” ujar Khofifah, menunjuk PT ABA sebagai contoh penting bagi generasi muda lainnya.

Capaian PT ABA menjadi sorotan karena berhasil menembus pasar Australia, negara yang dikenal ketat dalam standar pakan ternaknya. Langkah ini membuktikan bahwa pelaku usaha daerah mampu bersaing di industri ekspor yang didominasi perusahaan berskala besar.

Subkhi Basyar menjelaskan bahwa pengolahan cocoa shell menjadi pakan ternak telah melewati serangkaian uji kualitas, tidak hanya memenuhi standar nutrisi, tetapi juga dinilai ramah lingkungan karena mengolah limbah.

“Ini bukan hanya soal bisnis, tapi bagaimana limbah bisa diberi nilai tambah dan berdampak bagi petani maupun industri lokal,” ujar Subkhi kemarin Sabtu (29/11). 

Langkah ekspor ke Australia ini merupakan peningkatan drastis setelah pengiriman perdana ke Malaysia empat bulan sebelumnya. Nilai pengiriman kini meningkat signifikan hingga mencapai USD 40 ribu per kontainer ke Australia, naik drastis dari nilai ekspor awal yang hanya USD 5.000 per kontainer ke Malaysia.

Untuk memenuhi permintaan pasar ekspor yang terus meningkat, Subkhi menjalin kemitraan dengan dua perusahaan besar pengolah cokelat di Gresik, yaitu PT Cargill dan JB Cocoa, sebagai pemasok bahan baku.

Subkhi berharap dapat memperoleh tambahan bahan baku dari pabrik besar produsen cokelat di Gresik. Ia mengungkapkan saat ini, dari potensi bahan baku 100 ton per bulan di salah satu perusahaan, PT ABA hanya mendapat jatah 10 persen, sementara sisanya dikirim keluar Gresik.

Subkhi juga mengapresiasi dukungan dari Bupati Gresik dalam memastikan ketersediaan limbah kulit cokelat agar produksi dapat berkelanjutan. Komitmen Subkhi untuk mengembangkan usaha berbasis agroindustri ini telah berhasil membawa produk lokal Gresik bersaing di pasar Australia maupun Malaysia. (rir/han) 

Editor : Hany Akasah
#ekspor #kHOFIFAH #surabaya #gresik #UMKM #PT Aji Bakuh Anugrah