Kebomas — Petrokimia Gresik Grup menegaskan posisinya sebagai garda depan industri ramah lingkungan melalui kontribusi nyata dalam pelestarian alam dan pengendalian krisis iklim. Hal itu tercermin dari raihan sejumlah penghargaan strategis dalam ajang Nawakarsa Award 2025 dengan tema Pesona Gresik, yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Gresik dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di halaman SOR Tri Dharma, Rabu (02/07) malam.
Acara ini menjadi panggung apresiasi terhadap perusahaan, lembaga, dan komunitas yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pelestarian lingkungan. Dari total 59 penghargaan yang diberikan, sebagian besar diraih oleh perusahaan di bawah naungan Petrokimia Gresik Grup, mencerminkan konsistensi kolaboratif antar entitas anak usaha dan afiliasi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Dalam kategori Perusahaan Pendukung Dekarbonisasi, penghargaan diraih oleh PT Petrokimia Gresik, PT Petrokopindo Cipta Selaras (PCS), PT Petrokarya Niaga, Koperasi Keluarga Karyawan Petrokimia Gresik (K3PG) dan Yayasan Petrokimia Gresik.
Sementara dalam kategori Industri Ramah Lingkungan, penghargaan Gold diberikan kepada PT Petrokimia Gresik, bersanding dengan perusahaan besar lain seperti PLN Nusantara Power, PGN Saka, PHE WMO, PT Smelting, dan RS Fatma Medika. Sedangkan untuk kategori Silver, diraih oleh PT Petrosida Gresik dan PT Petronika serta sejumlah perusahan lain.
Tak berhenti di situ, PT Petrokimia Gresik juga diganjar penghargaan sebagai Perusahaan Pendukung Program Kampung Iklim (Proklim) yang merupakan pengakuan atas peran aktif perusahaan dalam mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di lingkungan masyarakat.
Dalam pengelolaan ekosistem pesisir, Petrokimia Gresik kembali menunjukkan langkah progresif melalui penghargaan sebagai Pengelola Ekosistem Mangrove Berkelanjutan, bersama anak usaha holding, PT Pupuk Indonesia Utilitas.
Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa urgensi isu lingkungan harus disikapi secara serius dan tidak hanya menjadi retorika.
“Persoalan lingkungan itu nyata. Suhu bumi meningkat, es kutub mencair, permukaan laut naik. Jika terus dibiarkan, flora-fauna akan punah, bahkan masa depan generasi kita akan terancam,” tegas Daconi.
Petrokimia Gresik, lanjutnya, menjalankan berbagai program nyata seperti dekarbonisasi operasional, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, uji emisi kendaraan operasional secara berkala dan program restorasi mangrove serta penanaman pohon.
Sementara itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengungkapkan bahwa penghargaan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam prioritas pembangunan lingkungan.
“Kami ingin mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menyelamatkan lingkungan. Petrokimia Gresik Grup adalah mitra strategis kami dalam misi ini,” ujar Gus Yani.
Rangkaian kegiatan Nawakarsa Award juga mencakup berbagai aksi lingkungan, seperti dekarbonisasi dan forestasi di Pusat Restorasi Mangrove Mengare, Gerebek Pasar dan Gerebek Kantong Plastik, River Clean Up di Banyuurip serta aksi penanaman 3.000 pohon mangrove.
Dalam rangkaian acara tersebut, Petrokimia Gresik juga menyerahkan secara simbolis 5.000 bibit mangrove kepada Pemerintah Kabupaten Gresik sebagai bentuk kontribusi dalam rehabilitasi kawasan pesisir.
Editor : Cak Fir