RADAR GRESIK-Kabupaten Gresik menjadi kawasan industri terluas dan merupakan target incaran perusahaan di dunia. Bahkan, dengan area terluas di Provinsi Jawa Timur. Salah satunya perusahaan tambang raksasa terbesar yakni Freeport Indonesia baru saja ekspaksi ke Gresik. Rencananya, juga akan produksi mulai Agustus 2024.
Berdasarkan data Colliers Indonesia, total persediaan lahan industri di Gresik mencapai sekitar 1.348 hektar, 37 persen dari total lahan industri di Jatim yang mencapai 3.374 hektar.
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Ahmad Iwan Zunaih yang menyatakan, banyaknya persediaan lahan industri di Gresik membuktikan jika Gresik bergantung dengan sektor industri.
Baca Juga: Komisi III DPRD Gresik Minta Bappeda Perbaiki Perencanaan, Jangan Sampai Persoalan 2023 Terulang
“Gresik sangat bergantung dengan industri, orientasi ekonomi juga ke industri terlihat dari persediaan lahan kebanyakan untuk industri,” ujarnya, Senin (22/04/2024).
Meski begitu, Iwan berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tidak terlalu memprioritaskan sektor industri, mengingat Gresik juga punya potensi ekonomi dari sektor lain.
“Gresik punya potensi ekonomi selain industri, Gresik juga kaya sumber daya alam. Di Gresik ada sektor kelautan, perikanan, pertanian, pariwisata, dan UMKM, itu semua saya lihat punya potensi yang besar untuk menunjang ekonomi Gresik selain industri,” jelas Anggota Komisi B DPRD Jatim, Ahmad Iwan Zunaih.
Pemerintah Kabupaten Gresik juga harus memperhitungkan dengan matang terkait pemberdayaan sektor non-industri di Gresik.
“Perlu ada kebijakan konkrit dari Pemkab Gresik agar sektor potensial non-industri bisa diprioritaskan layaknya sektor industri. Jangan sampai Pemkab terlalu fokus berorientasi dengan industri dan itu justru akan membunuh keberadaan sektor-sektor potensial lainnya, warga lokal yang akan jadi korban,” pungkas Anggota Komisi B DPRD Jatim, Ahmad Iwan Zunaih. (han)
Editor : Hany Akasah