Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Peringati HUT ke-78 RI, Petrokimia Gresik Luncurkan Warehouse dan Pusat Kendali Pengantongan Produk

Hany Akasah • Jumat, 18 Agustus 2023 | 16:32 WIB

KEMERDEKAAN: Dirut PT Petrokimia Gresik (dua dari kanan) didampingi Direktur Operasi dan Produksi, Digna Jatingsih dan Senior Executive Vice President Operasi, I Ketut Rusnaya meresmika Warehouse
KEMERDEKAAN: Dirut PT Petrokimia Gresik (dua dari kanan) didampingi Direktur Operasi dan Produksi, Digna Jatingsih dan Senior Executive Vice President Operasi, I Ketut Rusnaya meresmika Warehouse
GRESIK - Sebagai perusahaan pupuk terlengkap di Asia, PT Petrokimia Gresik terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata pada negeri. Melalui berbagai inovasi dan program transformasi yang tiada henti, Petrokimia Gresik mengiringi perjalanan bangsa dengan spirit dan komitmen tinggi dalam menyalurkan pupuk bersubsidi tepat sasaran.

Pada momentum momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Petrokimia Gresik kembali menunjukkan inovasinya dalam mendukung kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi melalui peluncuran fasilitas gudang baru (Warehouse) dan Pusat Kendali Pengantongan Produk alias Bagging Command Center.

Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menegaskan, dua inovasi yang diluncurkan ini selain untuk mendukung tersedianya stok pupuk juga dalam rangka meningkatkan pengawasan hingga akurasi distribusi.

"Hari ini Petrokimia Gresik meluncurkan Warehouse dan Bagging Command Center sebagai bentuk nyata komitmen transformasi berkelanjutan kami dalam menjalankan amanah penyaluran pupuk bersubsidi sesuai ketentuan," tegas Dwi Satriyo usai mengikuti upacara HUT RI ke 78 di Gresik, (17/08) kemarin.

Dia menuturkan, Warehouse dan Bagging Command Center merupakan control tower bagi fasilitas pergudangan dan pengantongan pada sejumlah pabrik yang dimiliki oleh PT Petrokimia Gresik. Antara lain Pabrik Phonska, Pabrik ZA, Pabrik Urea dan Pabrik Pupuk Fosfat. Selain itu, Command Center juga dapat berfungsi dalam mengontrol operasional fasilitas gudang curah produk siap jual, serta fasilitas gudang inbag lini satu sekaligus sebagai titik pusat bantuan (helpdesk) yang aktif selama 24 jam (nonstop) atas layanan shipping out kepada transportir dan pelanggan pupuk.

"Kami berharap hadirnya fasilitas ini dapat semakin meningkatkan efisiensi, pengawasan, dan akurasi distribusi, sehingga tugas penyaluran pupuk bersubsidi dapat terselesaikan dengan semakin lebih baik lagi. Komitmen ini tentu juga tidak terlepas dari upaya kelancaran operasional Petrokimia Gresik dalam memproduksi pupuk sehingga ketersediaan pupuk bersubsidi terjamin," imbuhnya.

Lebih lanjut, Dwi mengungkapkan, hadirnya Gudang dan Pusat Kendali Pengantongan Produk melengkapi berbagai inisiatif transformasi digital yang telah dilakukan oleh Petrokimia Gresik dalam rangka mendukung proses unit pengantongan dan distribusi. Sebelumnya PG telah melahirkan inovasi lain seperti Smart Bagging System (SBS), Warehouse Management System (WMS), Digital Transport Management System (DTMS), Sistem Scheduling Truck Online (SISTRO), Customer Centric Excellence (2CE) dan Petrokimia Gresik Port Information System (PETROPORT)

"Melalui transformasi digital yang telah kami lakukan, kami ingin terus memastikan penyaluran pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia yang menjadi wilayah tanggung jawab Petrokimia Gresik sesuai dengan penugasan dan meminimalisasi potensi penyimpangan," ungkapnya.

Stok Urea dan Phonska Empat  Kali Lipat

Pada kesempatan yang sama, Dwi Satriyo juga merincinkan jika berdasarkan laporan terakhir tanggal (16/08), stok Pupuk Petrokimia Gresik tersedia lebih dari empat kali lipat dari ketentuan yang diatur oleh Pemerintah. Disebutkan, stok pupuk Urea bersubsidi sebanyak 101.597 ton atau setara 455 persen dari ketentuan minimum yang diatur oleh pemerintah, yaitu 22.341 ton. Sedangkan stok pupuk Phonska sebanyak 376.588 ton atau 494 persen dari stok minimum Pemerintah yakni 73.407 ton.

"Rata-rata stok ini lebih dari empat kali lipat jika dibandingkan dengan ketentuan minimum Pemerintah. Dengan demikian kebutuhan pupuk subsidi petani dapat tercukupi hingga tiga pekan ke depan. Ini wujud komitmen Petrokimia Gresik dalam menjalankan amanah Pemerintah dan menjaga ketahanan pangan nasional," kata Dwi Satriyo.

Dwi pun memastikan jika seluruh pupuk bersubsidi yang didistribusikan Petrokimia Gresik kepada petani memenuhi persyaratan dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

"Prinsipnya, Petrokimia Gresik siap melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan pemerintah, yaitu memproduksi pupuk sesuai penugasan dan memastikan distribusinya. Sementara digitalisasi akan memberikan hasil yang optimal bagi upaya kami menjalankan amanah tersebut,” pungkasnya. (fir)

Editor : Hany Akasah
#berita #PUPUK #gresik #petrokimia #manyar #kebomas