Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Technical Director Sustainability IFA Mr. Volker Andresen disela-sela kegiatan Forum International Fertilizer Association (IFA) Annual Conference 2023 di Praha, Republik Ceko Rabu (24/05) kemarin. Bagi IFA Petrokimia Gresik menjadi perusahaan yang telah berhasil melakukan penanganan sekaligus komersialisasi gipsum dengan prinsip yang dipedomani oleh IFA yakni Academic, Bussiness, Government (ABC) sehingga menghasilkan rantai ekonomi yang sirkular.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo saat diundang menjadi pembicara dalam Forum IFA Annual Conference 2023 menjelaskan, ada tiga strategi yang dijalankan Petrokimia Gresik dalam memanfaatkan gipsum.
Pertama, sebagai bahan baku purifikasi gipsum. Pemanfaatan gipsum menjadi purified gypsum mencapai 1.100.000 ton per tahun dengan nilai ekonomi sirkular sebesar 80 juta Dollar Amerika Serikat (AS) setiap tahunnya.
Kedua, gipsum Petrokimia Gresik dioptimalkan menjadi bahan baku produk pembenah tanah Petrokimia Gresik dengan merk dagang PetroCAS. Untuk pemanfaatan gipsum sebagai bahan baku PetroCAS di Petrokimia Gresik sebesar 300.000 ton per tahun dengan ekonomi sirkular mencapai 21 juta Dollar AS.
Dan yang ketiga gipsum Petrokimia Gresik juga dimanfaatkan untuk memproduksi pupuk ZA yang banyak digunakan sebagai agroinput pada perkebunan tebu. Penggunaan pupuk ZA terbukti mampu meningkatkan rendemen gula pada tanaman tebu.
"Adapun total pemanfaatan gipsum sebagai bahan baku pupuk ZA adalah sebesar 200.000 ton per tahun dengan ekonomi sirkular mencapai 23 juta Dollar AS," kata Dwi Satriyo.
Dikatakan, Petrokimia Gresik terus berkomitmen melakukan continuous improvement pada gipsum yang merupakan produk samping dari Pabrik Asam Fosfat. Menurutnya, Upaya continuous improvement gipsum yang sekaligus upaya menjaga kelestarian lingkungan, dilakukan Petrokimia Gresik melalui beberapa jenis pemanfaatan gipsum menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan telah mendapatkan Surat Keputusan Pengecualian Limbah B3 Gipsum dengan Nomor 238/MenLHK/Setjen/PLB3/5/2021 oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2021.
Sementara itu, Annual Conference 2023 merupakan salah satu session pada IFA Phosphogypsum Working Group 11th Annual Meeting. Kegiatan yang mengangkat tema "From Waste to Inventory" ini menghadirkan pembicara dengan materi inovasi terbaik dalam pengelolaan produk samping dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. (*/fir) Editor : Hany Akasah