Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Peduli UMKM, Bupati Beri PT Wilmar Nabati Apresiasi

Hany Akasah • Sabtu, 2 April 2022 | 00:03 WIB
APRESIASI : Kepedulian PT Wilmar Nabati Indonesia dalam memberdayaan dan membatu UMKM di Gresik berbuah penghargaan dari Pemkab Gresik. (FIRMAN/RADAR GRESIK)
APRESIASI : Kepedulian PT Wilmar Nabati Indonesia dalam memberdayaan dan membatu UMKM di Gresik berbuah penghargaan dari Pemkab Gresik. (FIRMAN/RADAR GRESIK)
GRESIK-PT Wilmar Nabati Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan yang peduli terhadap UMKM. Penghargaan tersebut diserahkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani disela-sela kegiatan Fasilitasi Kemitraan Usaha dan Apresiasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Bagi Pelaku Usaha di Kabupaten Gresik yang diadakan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Gresik, di Hotel Aston Inn, Gresik, Jumat (1/4).

Dalam kesempatan itu, Gus Yani meminta perusahaan-perusahaan di kota santri mempunyai kepedulian terhadap masyarakat sekitar khususnya. Masyarakat yang memiliki aktivitas sebagau pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebab, pemkab meyakini kepedulian terhadap sektor  UMKM akan memberikan multiplayer effect terhadap ekonomi.

"Kalangan industri di Gresik harus bekerjasama dan memberikan backup kepada pelaku usaha sekitar agar keberadaan industri ini bisa lebih dirasakan manfaatnya," ujarnya.

Lebih jauh Gus Yani menyatakan, dalam masa pandemi ini harus memiliki kepekakan terhadap usaha lokal seperti UMKM. Untuk itu, ia minta agar perusahaan peduli dengan produk UMKM. Misal baju batik. Perusahaan untuk baju batik atau kain batik bisa beli hasil produk lokal seperti UMKM Batik Wedani, Kecamatan Cerme.

"Perusahaan jangan beli batik dari produk luar negeri. Bisa beli hasil produk batik di Wedani," pintanya.

Dikatakan bupati, bahwa kebijakannya agar perusahaan peduli dengan UMMK sekitar sebagai tindaklanjut dari apa yang telah Presiden RI Joko Widodo kepada para menterinya dan masyarakat agar tak beli produk ekspor. Hal itu dikatakan presiden di hadapan para menteri dan kepala daerah dalam acara Afirmasi Bangga Buatan Produk Indonesia yang digelar di Bali baru-baru ini.

"Ini bagian dari strategi mitigasi (pencegahan) melihat kondisi di luar negeri yang tak stabil," tuturnya.

Untuk itu, bupati minta camat agar sampaikan kepada perusahaan agar beli hasil produk UMKM sekitar perusahaan seperti makanan dan lainnya.

 

"Pak camat kalau ada perusahaan yang nggak mau laporkan, saya akan datangi perusahaan. Untuk itu, saya mengajak, mengingatkan dan memberikan masukan kepada perusahaan bahwa ada tanggungjawab sosial kepada masyarakat sekitar," sambungnya.

Di akhir sambutan, bupati minta kegiatan serupa dilakukan di kecamatan lain. Sehingga makin banyak bisa diketahui perusahaan yang punya kepedulian terhadap UMKM.

Sementara itu, Kepala DPM PTSP Gresik A.M Reza Pahlevi menyatakan kegiatan Fasilitasi Kemitraan Usaha dan Apresiasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bagi pelaku usaha di Kecamatan Gesik dan Kebomas sebagai bentuk untuk mengembangkan dinamika investasi/penanaman modal dan perekonomian di daerah agar tumbuh pesat. Sehingga bisa mempercepat pemulihan ekonomi.

"Pemberian penghargaan kepada pelaku usaha yang melaksanakan kemitraan dengan UMKM," tandasnya.

Ditambahkan, DPM PTSP terus berupaya maksimal untuk mendongkrak investasi di Kabupaten Gresik. Sebab, dengan banyaknya investasi, maka akan tumbuh usaha-usaha baru yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

"Tentunya akan ada multiplayer efek kepada masyarakat sekitar baik untuk usaha pelaku UMKM jadi laku, jualan menjadi laku, dan lainnya," pungkas Reza. (fir/rof)

  Editor : Hany Akasah
#BUPATI GRESIK #pemkab gresik #fandi akhmad yani #UMKM #PT Wilmar Nabati Indonesia #DPMPTSP Gresik