Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tak Tinggal Diam, Pemkab Gresik Siapkan Dapur Umum dan Perbaikan Permanen Tanggul Kali Lamong

Hany Akasah • Senin, 17 November 2025 | 22:32 WIB
Tak Tinggal Diam : Dokter Alif memantau langsung lokasi tanggul jebol Kali Lamong di Desa Glindah, Kedamean.
Tak Tinggal Diam : Dokter Alif memantau langsung lokasi tanggul jebol Kali Lamong di Desa Glindah, Kedamean.

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bertindak cepat menyikapi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah akibat jebolnya tanggul Kali Lamong dan curah hujan tinggi.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, pada Jumat (14/11), langsung meninjau lokasi terdampak di Desa Glindah, Kecamatan Kedamean, dan memastikan perbaikan tanggul akan dilakukan secara permanen.

Tanggul yang jebol dengan lebar sekitar tiga meter tersebut menjadi pemicu utama meluasnya genangan di Desa Glindah dan kawasan sekitarnya. Meskipun tanggul itu sebelumnya sudah pernah diperbaiki, tekanan debit air yang tinggi kembali menyebabkan ambrol.

“Begitu air benar-benar surut, alat berat langsung kita turunkan. Tanggul ini akan diperbaiki secara permanen agar tidak jebol lagi,” tegas Wabup Alif.

Ia menambahkan bahwa Pemkab, bersama BPBD dan Dinas Sosial, terus fokus pada penanganan darurat.

“Kondisi saat ini sebagian besar sudah mulai surut, tinggal 10–20 sentimeter. Kalau hari ini tidak hujan, insyaallah bisa surut total dan perbaikan segera dimulai,” ujarnya.

Menurut laporan dari Pusdalops BPBD Gresik, banjir mulai terjadi sejak Rabu (12/11) pukul 04.00 WIB. Banjir dipicu oleh intensitas hujan tinggi, drainase yang tidak memadai, serta luapan dari Kali Cermen dan Kali Lamong. Tiga kecamatan yang terdampak meliputi Benjeng, Menganti, dan Kedamean.

Di Desa Glindah, jebolnya tangkis Kali Cermen menyebabkan genangan di jalan lingkungan dan merendam sekitar 70 hektare lahan persawahan. Sementara di Kecamatan Menganti, genangan setinggi 10–60 sentimeter melanda kawasan permukiman seperti Perumahan Oma Indah, Maharaja, dan Graha 2.

Sebagian warga di Menganti harus dievakuasi, dan satu tenda darurat telah didirikan di Dusun Bibis, Desa Beton. Syukurnya, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini.

BPBD Gresik bersama pemerintah desa dan kecamatan terus melakukan langkah mitigasi seperti pemantauan debit air, penyedotan genangan, dan evakuasi warga.

Dinas Sosial Gresik telah mendirikan dapur umum di Balai Desa Domas, membagikan ratusan porsi makanan siap saji setiap hari bagi warga yang rumahnya masih terendam.

Pemkab Gresik menegaskan bahwa penanganan banjir akan berfokus pada mitigasi jangka panjang, terutama penguatan tanggul Kali Lamong dan perbaikan sistem drainase.

“Prioritas utama adalah keselamatan warga. Setelah itu, perbaikan tanggul harus permanen dan lebih kuat agar mampu menghadapi debit air di musim penghujan mendatang,” tutup Wabup Alif. (rir/han) 

Editor : Hany Akasah
#KALI LAMONG #gresik #dinsos #Wabup #Banjir #dokter alif