RADAR GRESIK – Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik resmi memulai langkah transformasi besar terhadap tata kelola Car Free Day (CFD) di Jalan Jaksa Agung Suprapto.
Agenda mingguan ini tidak lagi hanya diproyeksikan sebagai pusat olahraga dan ekonomi, melainkan bakal ditingkatkan kualitasnya menuju standar destinasi wisata baru.
Langkah awal perbaikan ini mencakup perombakan total kepengurusan, penataan ulang lapak pelaku UMKM, hingga penguatan transparansi pengelolaan keuangan paguyuban.
Kepala Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik, drg. Syaifuddin Ghozali, menegaskan bahwa pihaknya telah menunjuk Hartini sebagai Pelaksana Harian (Plh) Ketua CFD.
Penunjukan ini bertujuan untuk menstabilkan organisasi, mengaudit keuangan, serta merapikan data keanggotaan pedagang.
"Sudah kita putuskan menunjuk Ibu Hartini sebagai Plh Ketua CFD, dan hanya beliau yang diakui oleh dinas sampai ada pemilihan ketua baru. Saat ini progres perbaikan kepengurusan sudah mencapai 70 persen," tegas Ghozali.
Fokus perbaikan tata kelola ini meliputi digitalisasi data pembuatan sistem dasbor keuangan dan registrasi member, inventarisasi aset CFD dan pembuatan website khusus pedagang di bawah naungan Komunitas Pelapak (Kompak), serta penyusunan AD/ART yang disetujui resmi oleh Disparekrafbudpora.
Plh CFD Gresik, Suhartini, berkomitmen untuk menuntaskan konflik internal dan masalah tata kelola secara bertahap. Salah satu bukti perubahan yang dilakukan adalah penerapan laporan keuangan berkala yang disampaikan secara mingguan dan bulanan.
"Kami sudah melakukan penataan bertahap. Harapan kami, ketua dan pengurus baru nantinya adalah figur yang kompeten dan bisa bersinergi kuat dengan dinas," ujar Suhartini.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Kompak CFD Gresik, Hendra Purnomo, menaruh harapan besar pada penataan zonasi pedagang dan lokasi parkir.
Ia juga mendorong keterlibatan pemuda serta warga lokal di sekitar lokasi CFD agar dampak ekonomi kegiatan ini benar-benar dirasakan oleh lingkungan terdekat.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 370 pedagang menjadi member aktif yang menempati lapak di area Jalan Jaksa Agung Suprapto dengan komitmen iuran senilai Rp5.000 per minggu.
Tingginya minat pelaku usaha terlihat dari daftar antrean (waiting list) yang telah mencapai 38 pedagang, belum termasuk pendaftar baru yang terus bertambah.
Melalui perombakan total ini, Pemkab Gresik optimistis CFD akan menjadi magnet baru bagi wisatawan dan penggerak ekonomi kreatif yang lebih akuntabel dan profesional. (jar/han)
Editor : Hany Akasah