RADAR GRESIK – Produk lokal Kabupaten Gresik kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Jajanan olahan hasil laut bermerek "Krupy" asal Desa Kramat Mengare, Kecamatan Bungah, secara resmi mencatatkan sejarah dengan melakukan ekspor perdana ke sejumlah negara di benua Asia Selatan, yakni Maladewa, Sri Lanka, dan India.
Produk yang terdiri dari aneka kerupuk dan varian krispi ini merupakan hasil produksi tangan dingin ibu-ibu binaan PKK Desa Kramat Mengare.
Keberhasilan menembus pasar global ini merupakan buah dari pendampingan intensif, mulai dari pengurusan legalitas usaha, komunikasi dengan pihak Bea Cukai, hingga keaktifan mengikuti pameran yang diselenggarakan perusahaan besar.
Ketua Penggerak PKK Kramat Mengare, Umu Salamah, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian yang diraih melalui perjuangan panjang para warga desa.
“Alhamdulillah, dengan penuh perjuangan, produk Krupy hasil produksi ibu-ibu warga Desa Kramat Mengare berhasil ekspor perdana ke Maladewa, Sri Lanka, dan India,” ujar Umu Salamah, Minggu (8/3).
Umu menjelaskan bahwa kekuatan utama produk ini terletak pada bahan bakunya yang murni berasal dari hasil tangkapan nelayan lokal Mengare. Seluruh proses produksi pun memberdayakan tenaga kerja dari masyarakat setempat, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi desa.
Agar mampu bersaing dengan produk luar negeri, kemasan Krupy kini tampil lebih modern. Desain kemasan baru ini merupakan hasil pendampingan dari sejumlah perusahaan mitra guna memastikan produk tidak hanya lezat secara rasa, tetapi juga menarik secara visual dan memenuhi standar ekspor yang ketat.
“Jajanannya murni hasil olahan warga lokal, lalu dikemas dengan kemasan modern hasil pendampingan beberapa perusahaan. Hal ini penting agar lebih menarik sekaligus memenuhi standar pasar internasional,” imbuhnya.
Momentum ekspor perdana ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi warga Desa Kramat Mengare untuk terus menjaga konsistensi kualitas. Umu optimis bahwa ke depannya jangkauan pasar akan semakin meluas melampaui Asia Selatan.
“Kami optimis bisa memperluas pasar global. Semoga ini langkah awal untuk membawa produk lokal warga Desa Kramat Mengare semakin dikenal di dunia internasional,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah