Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gresik Gagal di Pra Porprov Jatim 2025, Ada Apa di Balik Kegagalan Tim Sepak Bola

Fajar Yuliyanto • Sabtu, 31 Mei 2025 | 23:04 WIB

 

Tim sepak bola gagal melaju setelah tersingkir pada babak Pra Porprov Jatim 2025 yang digelar pada 17–26 Mei 2025.
Tim sepak bola gagal melaju setelah tersingkir pada babak Pra Porprov Jatim 2025 yang digelar pada 17–26 Mei 2025.

RADAR GRESIK – Harapan Tim Sepakbola Kabupaten Gresik untuk tampil di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025 harus pupus. Tim ini gagal melaju setelah tersingkir pada babak Pra Porprov Jatim 2025 yang digelar pada 17–26 Mei 2025.

Dalam kompetisi tersebut, tim sepakbola Porprov Gresik tergabung di Zona 3 bersama Surabaya, Bangkalan, dan Pamekasan. Sayangnya, dari tiga laga yang dijalani, Gresik menelan kekalahan beruntun. Di antaranya, vs Surabaya (0-2), vs Pamekasan (0-1) dan vs Bangkalan (0-2)

Dengan hasil tersebut, Gresik dipastikan gagal lolos ke Porprov 2025 di Malang Raya, sementara Surabaya keluar sebagai satu-satunya tim dari zona tersebut yang berhasil melaju.

Ketua Askab PSSI Gresik, Rofiqi, mengungkapkan bahwa timnya menghadapi berbagai tantangan berat dalam menghadapi babak kualifikasi. Ia mengaku dalam dua minggu terakhir, tim dan manajemen berada dalam tekanan.

“Kita dalam pantauan dan tekanan dari pihak tertentu,” ungkap Rofiqi, Jumat (30/5).

Selain tekanan eksternal, persoalan anggaran juga menjadi hambatan besar. Rofiqi mengungkapkan bahwa pihaknya awalnya mengajukan dana sebesar Rp 400 juta ke KONI, namun yang disetujui Bupati hanya Rp 50 juta.

Sebagai perbandingan, cabang olahraga futsal (AFK) mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 75 juta.

Meski gagal lolos dan minim anggaran, Askab PSSI Gresik tetap berkomitmen terhadap pembinaan sepakbola usia muda. Saat ini, kompetisi Piala Soeratin U-13 dan U-15 sedang berjalan, meskipun tanpa dukungan dana resmi dari pemerintah.

“Semua anggaran dari kemandirian panitia dan peserta. Setiap pertandingan, SSB bayar Rp 300 ribu untuk wasit, logistik, dan operasional,” jelasnya.

Untuk mendukung pembinaan, pihaknya juga mendapatkan bantuan dari sponsor lokal. Tim Persegres Putra U-17 saat ini mendapat dukungan dari owner Grestara sebagai “bapak asuh” tim.

“Owner Grestara yang akan membiayai pelaksanaan tim ini,” pungkas Rofiqi.

Di bawah kepemimpinan Rofiqi, tim sepakbola Gresik tercatat telah empat kali tampil di ajang Porprov Jatim. Pencapaian terbaiknya terjadi pada tahun 2019 saat berhasil menembus babak perempat final.

Rofiqi berharap ke depan sepakbola Gresik bisa lebih maju dan mendapat perhatian lebih dari pihak terkait, terlebih masa kepemimpinannya di Askab PSSI Gresik akan berakhir pada Juni atau Juli 2025.(yud/han)

Editor : Hany Akasah
#askab PSSI #Kegagalan #pra Porpov #jatim #tim sepak bola #gresik #jawa timur #Gagal #Anggaran