RADAR GRESIK - Kongres pemilihan kepengurusan Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI Gresik) periode 2025 masih menunggu kepastian dari Kongres PSSI Pusat.
Meskipun demikian, sudah muncul empat nama kandidat yang berpotensi mengisi posisi penting dalam organisasi sepak bola tingkat kabupaten ini.
Ketua Askab PSSI Gresik, Rofiqi, menjelaskan kongres pemilihan kepengurusan rutin diadakan setiap empat tahun sekali, sejalan dengan masa berlaku Surat Keputusan (SK) kepengurusan saat ini yang akan berakhir pada Juni 2025.
“Pelaksanaan kongres pemilihan Askab PSSI Gresik yang rencananya digelar pada bulan Juni ini masih menunggu hasil dari Kongres PSSI Pusat. Ada informasi mengenai rencana perubahan statuta secara menyeluruh yang akan berdampak tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga di Askab dan Asprov. Salah satu poinnya adalah kemungkinan penghapusan posisi Exco,” kata Rofiqi, Selasa (13/5).
Jika perubahan statuta PSSI Pusat benar-benar menghapus posisi Exco, maka pelaksanaan kongres di tingkat Askab tanpa menyesuaikan dengan aturan baru akan menjadi tidak efektif.
Oleh karena itu, pihaknya berencana mengajukan perpanjangan SK kepengurusan saat ini kepada Asprov PSSI Jawa Timur (Jatim) selama tiga bulan ke depan jika Kongres PSSI Pusat belum dapat digelar sesuai jadwal.
“Intinya, kongres Askab PSSI Gresik baru akan dilaksanakan setelah Kongres Asprov PSSI Jawa Timur dan Kongres PSSI Pusat selesai. Kami saat ini masih menunggu arah kebijakan, perubahan program kerja, serta statuta terbaru dari PSSI Pusat,” imbuhnya.
Terkait dengan kandidat Ketua Askab PSSI Gresik untuk periode mendatang, Rofiqi mengungkapkan bahwa sudah ada empat nama yang mencuat di bursa calon.
Kendati demikian, ia belum memberikan kepastian apakah dirinya akan kembali maju dalam pemilihan yang akan datang. “Kita akan melihat situasi dan perkembangan ke depan. Jika memang memungkinkan dan ada dukungan, saya siap untuk kembali maju,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah