RADAR GRESIK-PSSI melalui Komdis (Komite Disiplin) PSSI memberikan hukuman berat terhadap klub Gresik United.
Hal itu pasca terjadinya bentrok suporter dengan aparat kepolisian usai pertandingan Gresik United melawan Deltras FC pada tanggal 19 November 2023 lalu di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) kandang Gresik United, Minggu (19/11).
Gresik United mendapat dua hukuman yaitu larangan pertandingan tanpa penonton dan denda uang.
Informasi yang dihimpun berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI pada Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, 22 November 2023, yang dipublikasikan oleh website resmi PSSI pada Senin 27 November 2023.
Pelanggaran pertama yaitu akibat terjadinya kerusuhan yang dilakukan oleh penonton Gresik United FC yang mengakibatkan adanya korban luka-luka terkena pelemparan dan perusakan beberapa fasilitas stadion.
Gresik United juga mendapat hukuman larangan pertandingan tanpa penonton saat menjadi tuan rumah, sejak keputusan diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat sampai dengan Kompetisi Pegadaian Liga 2 2023-2024 berakhir serta denda Rp 50.000.000.
Saat dikomfirmasi Media Officer (MO) Gresik United Deni Ali Setiyono tidak membenarkan informasi tersebut. Bahkan, pihak manajemen Gresik United sudah mengirimkan surat banding agar tidak mendapatkan hukuman.
" Kami banding surat balasannya belum turun," ujar Media Officer (MO) Gresik United Deni Ali Setiyono singkat kepada Radar Gresik, Senin (27/11).
Baca Juga: Pemecahan BPPKAD Pemkab Gresik Jadi Dua OPD Diproyeksikan Berlaku 2025
Diberitakan sebelumnya, bentrokan terjadi antara suporter Gresik United dengan aparat kepolisian di luar Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), pada Minggu (19/11) sore.
Bentrokan ini terjadi setelah Gresik United dikalahkan Deltras Sidoarjo dengan skor 1-2. Kericuhan terjadi bermula ketika puluhan suporter akan melakukan demo di depan pintu masuk VIP Stadion Gejos atas kekalahan timnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah