Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Gresik, Uswatun Hasanah mengatakan untuk pasien TBC mulai dari 2018 mencapai 190 orang, sementara 2019 hingga 261 orang. Pada 2020 jumlah pasien mencapai 238.
“Untuk mengurangi atau zero TB di Gresik, kita harus bersama - sama dalam penanganan pasien TBC di Gresik. Kami tidak bisa sendiri tanpa bantuan dari OPD Gresik untuk penanggulangan TBC di Gresik,"kata dia. Menurut dia, Aisyiyah selama empat tahun berkecimpung penanganan TB di Gresik berharap upaya mewujudkan zero TB.
Pihaknya berharap dinas kesehatan (Dinkes) berkoordinasi dengan anggaran daerah, desa untuk alokasi kesehatan. Sementara itu, pihaknya sudah memiliki 100 kader bekali ilmu untuk mendampingi pasien TB. “Dari total itu, 70 aktif, dan yang benar-benar aktif 56 kader,” jelasnya. Pihaknya berharap mampu memajukan Gresik bebas dari TB di 2030 untuk penanganan TB di Gresik. (jar/han) Editor : Hany Akasah