Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Rawat Persatuan dari Akar Rumput, Jiddan Sosialisasikan Bhinneka Tunggal Ika

Muhammad Firman Syah • Minggu, 14 Desember 2025 | 19:38 WIB
Photo
Photo

Manyar – Di tengah dinamika global dan derasnya arus informasi digital, penguatan nilai kebangsaan menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga kohesi sosial. Hal inilah yang menjadi fokus Anggota MPR RI Thoriq Majiddanor saat melanjutkan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Minggu (14/12).

Dalam kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari unsur organisasi kemasyarakatan, komunitas hobi, serta relawan sosial tersebut, Thoriq Majiddanor menekankan pentingnya aktualisasi nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai strategi mengelola keberagaman di era modern. Menurutnya, keberagaman yang menjadi karakter utama bangsa Indonesia harus diposisikan sebagai kekuatan pemersatu, bukan sumber perpecahan.

“Keberagaman adalah anugerah bangsa. Tantangan kita hari ini bukan soal perbedaannya, tetapi bagaimana mengelola perbedaan itu agar menjadi energi positif yang memperkuat persatuan nasional,” ujar Thoriq Majiddanor.

Ia menilai, perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa tantangan baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perbedaan pandangan yang tidak dikelola secara bijak berpotensi memicu gesekan sosial apabila tidak dilandasi nilai toleransi dan saling menghargai. Dalam konteks tersebut, Bhinneka Tunggal Ika dinilai memiliki relevansi yang semakin kuat sebagai pedoman hidup bersama.

Thoriq Majiddanor yang akrab disapa Jiddan menyampaikan bahwa komunitas masyarakat, termasuk komunitas berbasis hobi dan relawan, memiliki peran strategis sebagai agen perekat sosial di tingkat akar rumput. Interaksi lintas latar belakang yang terbangun di dalam komunitas dinilai mampu menjadi contoh nyata praktik toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

“Komunitas adalah ruang belajar toleransi yang paling nyata. Di sana, perbedaan latar belakang bisa disatukan oleh tujuan dan kepedulian yang sama. Inilah praktik hidup Bhinneka Tunggal Ika yang sesungguhnya,” ungkap Jiddan.

Melalui sosialisasi ini, peserta diajak memahami cara menghadapi perbedaan pendapat secara konstruktif, membangun komunikasi yang sehat, serta memperkuat jejaring antar-komunitas sebagai upaya pencegahan konflik sosial. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab menjadi ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman sekaligus memperdalam pemahaman mengenai penerapan nilai kebangsaan dalam konteks kekinian.

Jiddan juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga ruang digital tetap sehat dan produktif. “Di era digital, kita tidak hanya dituntut cerdas, tetapi juga bijak. Jangan sampai hoaks dan ujaran kebencian merusak persaudaraan yang telah dibangun oleh nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Kegiatan ini menegaskan komitmen MPR RI dalam memastikan Empat Pilar Kebangsaan tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi juga diimplementasikan secara nyata dalam aktivitas sosial masyarakat. Bhinneka Tunggal Ika dipandang bukan sekadar semboyan, melainkan nilai hidup yang harus terus dirawat dan diwariskan lintas generasi.

Para peserta menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai relevan dengan tantangan sosial saat ini, khususnya dalam menghadapi perubahan pola interaksi masyarakat akibat transformasi digital. Sosialisasi ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkokoh toleransi, serta mendukung ketahanan nasional berbasis nilai-nilai Pancasila.

Editor : Cak Fir
#JIDDAN #4 pilar #DPR RI