Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Usai Penantian Lama, Petambak Gresik Akhirnya Kembali Terima Pupuk Subsidi

Fajar Yuliyanto • Selasa, 24 Februari 2026 | 09:23 WIB

SIGAP : Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto didampingi Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani
SIGAP : Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto didampingi Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani

RADAR GRESIK – Kebahagiaan terpancar dari wajah para pembudidaya ikan di Kabupaten Gresik. Setelah puluhan tahun berjuang tanpa dukungan pupuk subsidi, aspirasi mereka akhirnya terjawab melalui kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026.

Pertemuan yang berlangsung di KUD Gartamina, Desa Roomo, Kecamatan Manyar ini menjadi titik terang bagi keberlangsungan sektor perikanan tambak di Gresik.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, yang hadir didampingi Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyatakan bahwa distribusi pupuk untuk petambak kini telah mendapatkan kepastian.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari serangkaian aspirasi yang dihimpun pada kunjungan-kunjungan sebelumnya.

“Alhamdulillah, aspirasi terkait kebutuhan pupuk subsidi untuk petambak sudah kami tampung. Dan sekarang sudah ter-cover semuanya untuk kebutuhan pupuk subsidi bagi petani tambak pembudidaya ikan, dengan jumlah total 295 ribu ton,” ujar Panggah Susanto, Senin (23/2).

Panggah menekankan pentingnya akurasi data distribusi agar tidak terjadi hambatan di lapangan yang dapat mengganggu produktivitas nasional.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian DPR RI dan Kementerian terkait. Menurutnya, kepastian ini adalah jawaban atas keraguan yang selama ini dialami sektor perikanan.

“Yang terpenting adalah ada kepastian pupuk. Dulu kementerian tidak memandang bahwa sektor perikanan membutuhkan pupuk, tapi hari ini sudah dijawab. Terima kasih banyak kepada teman-teman DPR RI,” ungkap Gus Yani.

Gus Yani juga mengusulkan agar skema distribusi ke depan dapat diakomodasi hingga tingkat pemerintah desa. Tujuannya agar biaya pengangkutan dari kios tidak membebani petambak sehingga harga tetap terjangkau.

Salah satu petambak asal Manyar Rejo, Taufiqurrahman (50), mengaku sangat lega dengan kebijakan ini. Ia menceritakan betapa sulitnya mengelola tambak tanpa pupuk subsidi selama lebih dari dua dekade.

“Pupuk subsidi untuk petani tambak ini sudah lama tidak ada, sejak sekitar tahun 2000-an. Padahal pupuk sangat dibutuhkan. Kemarin di Sidayu, panen ikan bisa hampir satu tahun sekali karena kesulitan pupuk, dan kalaupun ada harganya sangat mahal,” tutur Taufiq yang telah 25 tahun mengelola tambak.

Untuk mendukung produktivitas, setiap anggota kelompok tani dengan lahan seluas 2 hektar kini mendapatkan jatah pupuk Urea sebanyak 12 kuintal dan SP sebanyak 9 kuintal.

Para petambak berharap kebijakan ini terus berlanjut secara konsisten demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Gresik.

Agenda ini turut dihadiri oleh perwakilan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, serta Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gresik Eko Anindito Putra. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#PUPUK #fandi akhmad yani #gresik #Subsidi #manyar #petani tambak