RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik, melalui Dinas Perikanan, tengah mempersiapkan lahan seluas 2.400 hektar di Kecamatan Ujungpangkah, wilayah pesisir Utara, untuk dijadikan model budidaya ikan Nila salin. Program ini merupakan inisiatif Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam meningkatkan produktivitas sektor perikanan melalui pendekatan ekonomi biru.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Gresik, Arif Wicaksono, menjelaskan bahwa revitalisasi infrastruktur sektor perikanan ini adalah program KKP untuk meningkatkan produktivitas tambak dan mendukung program prioritas berbasis ekonomi biru. Tambak ikan nila salin ini ditargetkan menghasilkan produksi budidaya ikan nila hingga 80 ton per hektar.
"Jadi, program tambak budidaya ikan nila salin akan segera ditindaklanjuti oleh KKP, dengan lokasi yang kemungkinan berada di wilayah Ujungpangkah. Adapun lahan yang dipersiapkan seluas 2.400 hektare," kata Arif pada Selasa (29/4).
Baca Juga: Dinas Perikanan Gresik Salurkan Bantuan Mesin untuk Nelayan Mengare
Arif Wicaksono menambahkan bahwa beberapa tahapan dan persiapan program revitalisasi lahan perikanan menjadi budidaya ikan nila salin telah berjalan, termasuk sosialisasi kepada para petambak. Proyek revitalisasi ini serupa dengan program budidaya yang telah diujicobakan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
"Program ini seperti yang sudah diujicobakan di Karawang, Jawa Barat. Beberapa waktu lalu, kami bersama Kementerian KKP telah melakukan sosialisasi kepada petambak, dan respons mereka sangat antusias," imbuhnya.
Menurut Arif, siklus tambak budidaya ikan salin ini akan dikelola oleh Kementerian KKP selama 10-12 bulan, hingga menghasilkan ikan nila salin berukuran 800 gram hingga 1,2 kilogram per ekor. Ikan nila salin hasil budidaya di lahan tambak yang direvitalisasi ini ditargetkan memiliki kualitas ekspor.
Baca Juga: Dinas Perikanan Pemkab Gresik Ajukan Bantuan Pupuk Subsidi ke Pemerintah Pusat
"Kita diminta oleh kementerian untuk menyiapkan lahan seluas 2.400 hektar, dan untuk sistemnya bisa dibeli atau disewa. Kemudian, dikelola secara intensif dengan target produksi per hektar kurang lebih 80 ton," ujarnya.
Dirinya berharap program revitalisasi lahan tambak ini dapat segera terealisasi.
"Sehingga ke depan, Kabupaten Gresik bisa menjadi sentra produksi perikanan dan salah satu daerah penopang kedaulatan ekonomi pangan di Indonesia, khususnya Jawa Timur," pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah