RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik menunjukkan kinerja luar biasa dalam pengelolaan pendapatan daerah tahun 2024. Realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 960,16 miliar atau 92,44 persen dari target Rp 1,038 triliun.
Angka ini melampaui capaian tahun sebelumnya yang merealisasikan Rp 796,96 miliar atau 82,30 persen dari target Rp 968,41 miliar. Lonjakan penerimaan ini turut mengantarkan APBD Gresik 2024 mencatat surplus lebih dari Rp 20 miliar, menegaskan tata kelola fiskal yang sehat dan efektif.
Kepala Bidang Penetapan BPPKAD Pemkab Gresik, Yuson Lawupa Malvi menyebut, kontribusi terbesar yang berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Pada 2024, penerimaan BPHTB mencapai Rp407,71 miliar atau 93,73 persen dari target Rp 435 miliar.
"Capaian ini jauh lebih baik dibandingkan tahun 2023 yang merealisasikan Rp 313,12 miliar atau 72,23 persen dari target Rp 433,53 miliar," kata Yuson.
Dikatakan, peningkatan signifikan ini merefleksikan dinamika pertumbuhan ekonomi Gresik yang semakin kuat, khususnya di sektor properti dan investasi industri. Di samping itu, komitmen untuk terus berinovasi dalam pengelolaan pajak juga mendorong capaian positif ini.
"Optimisme terhadap tren positif ini terus dipupuk seiring pengembangan potensi daerah yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan pasar dan dunia usaha," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala BPPKAD Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya, menegaskan bahwa kenaikan penerimaan pajak di hampir semua sektor merupakan hasil dari strategi pengelolaan yang terencana dengan baik.
"Transformasi layanan berbasis digital, peningkatan transparansi, serta sinergi dengan sektor swasta menjadi kunci utama keberhasilan ini,"
Lebih lanjut, Andhy menuturkan bahwa surplus APBD tahun ini akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, serta program ekonomi inklusif yang berkelanjutan.
Strategi ini diharapkan mampu memperkuat pondasi ekonomi daerah sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat Gresik secara merata.
"Dengan tren penerimaan pajak yang terus meningkat dan pengelolaan fiskal yang disiplin, kami optimistis mampu mempertahankan posisi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi terkemuka di Jawa Timur," pungkasnya. (fir/han)
Editor : Hany Akasah