RADAR GRESIK - Viralnya video protes peziarah Makam Maulana Malik Ibrahim lantaran mahalnya biaya parkir bus langsung mendapat respon DPRD Kabupaten Gresik. Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Terminal Bus Makam Maulana Malik Ibrahim, Rabu (25/12).
"Saya lihat divideonya itu, seperti ada calo. Makanya saya ingin pastikan apakah itu benar atau tidak," ujar Abdullah Hamdi usai melakukan sidak.
Dari informasi, orang tersebut memang diberikan tugas mengarahkan bus yang parkir sembarangan di sekitar makam agar parkir di Terminal.
"Dan dia sebenarnya sudah dapat komisi dari pengelola. Jadi salah kalau dia tetap minta kepada pengunjung," tandasnya.
Untuk itu, pihaknya minta agar tidak ada lagi calo-calo semacam itu. Lebih baik petugas parkir resmi saja ditempatkan di sekitar makam.
"Tadi saya sampaikan agar petugas resmi. Jangan makai orang luar. Ujung-ujungnya pasti seperti ini," tegasnya.
Terkait dengan biaya parkir di lokasi Terminal Wisata Maulana Malik Ibrahim memang sudah sesuai Perda. Yakni Rp 150 ribu untuk Bus.
"Sedangkan untuk elf, minibus dan sejenisnya Rp 100 ribu. Dan mobil pribadi, taxi maupun pikep Rp 20 ribu," ungkap dia.
Hanya saja, pihaknya meminta agar papan informasi tarif dipasang lebih besar di sekitar terminal agar tidak terjadi salah paham.
Sementara itu, Heru Petugas Parkir Terminal Maulana Malik Ibrahim mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti saran dari anggota DPRD.
"Selain memasang papan tarif yang lebih besar, kami juga akan langsung menyampaikan sebelum bus parkir terkait tarif. Sehingga tidak salah paham," kata dia. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq