Menganti– Pemerintah Desa (Pemdes) Bringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat dan melestarikan nilai budaya serta agama. Melalui berbagai program inovatif, Desa Bringkang berhasil menjadi contoh desa yang dinamis dan inspiratif dengan perhatian khusus pada pendidikan, kesejahteraan sosial, dan pembinaan karakter.
Salah satu program unggulan yang sukses digelar adalah Sekolah Lansia Tangguh (Selantang), hasil kerja sama dengan Dinas KBPPA Kabupaten Gresik. Bertempat di Aula RW 09, program ini diikuti 30 lansia yang mendapatkan pelatihan untuk tetap produktif, mandiri, dan sehat di usia lanjut.
Kepala Desa Bringkang, Kusnul Hadi, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia. Tidak hanya memperhatikan kesehatan fisik, program ini juga membekali peserta dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan agar tetap aktif dalam kegiatan sosial dan ekonomi.
“Kami ingin para lansia di Desa Bringkang bisa hidup sehat secara fisik, tangguh secara mental, dan tetap produktif di usia senja. Program ini juga bertujuan menciptakan kebahagiaan dan mempererat hubungan sosial di kalangan warga senior,” ujar Kusnul Hadi.
Program Selantang mendapatkan respons positif dari peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Para lansia merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk menjalani hari-hari dengan aktivitas yang bermakna. Melalui program ini, Pemdes Bringkang juga menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua usia.
Tidak hanya fokus pada pemberdayaan lansia, Pemdes Bringkang juga memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan agama. Melalui Dana Desa (DD) 2024, pemerintah desa menyalurkan insentif kepada 67 guru ngaji yang telah berkontribusi dalam membangun karakter generasi muda.
Menurut Kusnul Hadi, pemberian insentif ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan atas dedikasi para guru ngaji yang tanpa lelah membimbing anak-anak dalam memperdalam ilmu agama dan memperkuat akhlak.
“Guru ngaji memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia. Kami berharap insentif ini dapat menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus mengabdi dengan penuh dedikasi,” katanya.
Program ini disambut baik oleh para guru ngaji yang merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berkontribusi dalam membina anak-anak desa. Bantuan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran agama di Desa Bringkang dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Melalui program-program ini, Desa Bringkang membuktikan diri sebagai desa yang tidak hanya peduli terhadap pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Dari pemberdayaan lansia hingga dukungan bagi guru ngaji, desa ini terus berinovasi untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, berdaya, dan berakhlak mulia.
Dengan berbagai langkah konkret yang telah diambil, Pemdes Bringkang berharap program-program ini dapat menginspirasi desa-desa lain untuk terus berinovasi dan mengedepankan kesejahteraan masyarakat. Desa Bringkang juga bertekad untuk terus menjaga komitmen dalam menghadirkan layanan publik yang inklusif dan berkualitas.