RADAR GRESIK - Usai liburan lebaran, Komisi III DPRD Gresik kembali melanjutkan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati 2023. Pada rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Komisi III menyoroti utang proyek.
"Kami minta tidak diulangi lagi pada tahun anggaran 2024," ujar Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.
Dikatakan, realisasi serapan anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) memang tinggi, namun hal tersebut tidak dibarengi dengan ketersediaan anggaran yang memadai.
"Sehingga Pemkab Gresik harus berhutang kepada kontraktor yang mengerjakan proyek-proyek di Dinas PUTR," ungkap Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.
Ia meminta agar penganggaran tahun ini tidak tidak seperti tahun lalu. Sebab, jika terjadi hutang akan menggangu anggaran tahun selanjutnya.
"Penganggaran di Dinas-dinas besar seperti Dinas PUTR harus mendasarkan pada potensi pendapatan riil, agar tidak menimbulkan beban di kemudian hari," terang Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.
Dijelaskan, dampak dari kekurangan anggaran di Dinas PUTR, ada beberapa pekerjaan di 2023 yang tidak selesai.
"Pekerjaan - pekerjaan tersebut yaitu Pengadaan tanah fasilitas penunjang saluran irigasi Lumbung air Sukodono, dengan anggaran sebesar Rp1,7 miliar," kata Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.
Kemudian, pengadaan tanah Kali Lamong Rp2,4 miliar. Pembangunan jalan Domas- Gluranploso Rp940 juta.
"Pembangunan jembatan Pacuh Rp581 juta, dan Konsultasi pengawasan pembangunan jembatan Pacuh Rp35 juta. Ini tidak boleh terjadi lagi di tahun anggaran ini (2024)," imbuh Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.
Pada kesempatan evaluasi tersebut, Komisi III memberikan masukan untuk memprioritaskan normalisasi saluran air atau anak sungai yang menjadi tanggung jawab Bidang Sumberdaya Air Dinas PUTR.
"Karena pada musim hujan di banyak wilayah sering terjadi genangan karena saluran air dangkal," tandas Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.
Lalu untuk URC Bina Marga kami sarankan memakai aspal hot mix agar lebih kuat kerekatannya.
Sementara itu, anggota Komisi III dari Fraksi Demokrat Arif Rosyidi mengingatkan, pengawas pekerjaan menjadi hal yang tak kalah penting.
"Tadi sudah saya ingatkan jangan sampai pekrjaan baru selsai sudah ambles. Itu karena pengawasan yang lemah," katanya. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq