Diantara ratusan pejabat eselon yang digeser ada sejumlah ASN yang dipilh untuk mengisi jabatan baru. Antara lain, Mat Yazid yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik. Kiki Nuryadi yang sebelumnya Camat Dukun dilantik menjadi Sekretaris Dinas Kominfo Gresik. Sedangkan posisi yang ditinggalkan Kiki diisi oleh Gunawan yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Menganti.
Baca Juga : Mutasi Jilid III Bergulir di Pemkab, Dua Staf Ahli Jabat Kepala OPD
Pada bagian lain, dijajaran Camat ada sosok baru bernama Hendriawan Susilo. Selama berkarir menjadi ASN, Lilo (sapaan akrabnya) berpengalaman di bidang Kepegawaian. Dia tercatat pernah bertugas sebagai pejabat eselon IV pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Gresik dan Kepala Bidang Pendapatan Daerah, PBB dan BPHTB pada BPPKAD Pemkab Gresik.
Nah, dipromosikannya Lilo menjadi Camat Menganti disinyalir kuat karena Bupati Yani memiliki target ingin membuat area tersebut menjadi kawasan urban yang nyaman untuk para pelaku usaha dan bebas macet. Kendati demikian, terkait hal ini Lilo enggan memberikan pernyataan saat ditanya memiliki visi misi apa saat menjabat menjadi Camat Menganti.
Sementara itu, Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, pelantikan seperti ini merupakan agenda yang wajar. Dimana ada pejabat yang berada di tempat baru, ada pejabat yang dimutasi untuk promosi. Namun secara menyeluruh, mutasi pejabat seperti ini bertujuan baik.
“Pemerintahan ini butuh kekompakan untuk meningkatkan pelayanan, demi kesejahteraan masyarakat Gresik,” tegas Bupati Yani.
Dia berharap paska menempatkan job dan posisi yang baru, para pejabat dapat memberikan energi bagi tercapainya Nawa Karsa.
“Kami isi dengan energi baru, butuh tenaga baru, tujuannya untuk akselerasi percepatan program,”imbuhnya.
Baca Juga : Mutasi Jabatan Awal Tahun Tunggu Persetujuan Komisi ASN
Bupati Yani menyebut, pihaknya juga menempatkan pejabat-pejabat muda di tempat-tempat strategis. Tujuannya agar program-program lebih inovatif.
“Kami butuh lari cepat. Karena itu para pejabat muda kami tempatkan di posisi strategis,” pungkasnya. (fir) Editor : Hany Akasah