Ketua Fraksi Gerindra Kabupaten Gresik Lutfi Dhawam menilai Bupati kurang maksimal dalam mengelola pendapatan daerah. Khususnya pendapatan yang berasal dari pemerintah pusat.
"Dana transfer berkurang, apalagi DID yang setiap tahun didapat, tahun 2023 diprediksi nol rupiah," tegasnya.
Baca Juga : Tahun Depan Pemkab Gresik Kehilangan Dana Insentif Daerah dari Pusat
Ini semua karena pemerintah tidak serius melakukan lobi serta pendekatan kepada pemerintah pusat. Sehingga mengakibatkan berkurangnya pendapatan Gresik.
"Terbukti pada nota disepakati Rp 3,9 triliun tapi sekarang diturunkan Rp 3,7 triliun. Setelah didesak Banggar akhirnya dinaikan lagi jadi Rp 3,8 triliun," ungkapnya.
Menurut dia, rendahnya pendapatan ternyata tidak diimbangi dengan belanja. Target belanja pemerintah jauh lebih besar dari pendapatan, yakni, Rp 4 triliun.
"Defisit APBD 2023 mencapai 5,3 persen atau Rp 200 miliar," kata dia.
Baca Juga : Pawai Santri Kreatif Mlaku Bareng Bupati, Berikut Juaranya
Ia menambahkan, pihaknya meminta bupati menjelaskan bagaimana belanja yang begitu besar bisa terlaksana maksimal. Sesuai usulan pemkab ada tiga isu prioritas yang akan diselesaikan pada 2023. Tiga isu trsebut adalah peningkatan infrastruktur, penaggulangan banjir dan penurunan angka kemiskinan.
"Teknisnya seperti apa, nominal anggarannya berapa dan di OPD mana saja," imbuhnya. (rof/han) Editor : Hany Akasah