Sebelum terjun di dunia politik, di usianya yang masih muda, pria yang akrab disapa dokter Alif tersebut, sejak 2014 dipercaya menjadi Direktur Rumah Sakit Fathma Medika.
Disela-sela kesibukannya menjadi nahkoda RS Fathma Media, dokter Alif juga aktif di organisasi sosial kepemudaan, seperti menjadi Bendahara PC GP Ansor Kabupaten Gresik, Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Gresik, hingga Ketua Yayasan Al Mustaqillah.
Bapak tiga anak ini mulai terjun ke dunia politik sejak 2017, yakni ketika dipercaya memegang komando Ketua DPC Partai Gerindra. Dua tahun berselang, karir politiknya semakin moncer setelah terpilih menjadi anggota legislatif daerah pemilihan (dapil 8) Manyar, Bungah dan Sidayu. Ia kemudian menjadi Wakil Ketua DPRD Gresik setelah partai yang dipimpinnya mampu memperoleh 8 kursi di legislatif.
“Saya terjun ke politik demi kemaslahatan umat. Kalau saya hanya dilingkup kesehatan, yang saya bantu mungkin tidak bisa banyak, namun ketika saya sudah terjun di politik dan memiliki jabatan, insyaallah saya bisa membantu orang lebih banyak lagi,” kata dokter Alif.
Tak hanya itu, jika terpilih, QA berencana akan membuat ambulan udara dengan membeli helikopter yang menghubungkan Gresik daratan dengan Pulau Bawean. Menurutnya, saat ini di Bawean sudah ada rumah sakit dan fasilitas yang memadai. Hanya saja, masih kekurangan dokter spesialis. Beberapa kali Pemkab dan DPRD Gresik membuka lowongan dokter spesialis dengan gaji tinggi, namun tidak ada yang berkenan. Salah satunya karena faktor lokasi yang jauh.
“Kami sangat menghargai setiap nyawa warga Gresik. Jangan sampai ada warga yang meninggal gara-gara tidak tertangani dengan cepat. Untuk itu, saya bersama Pak Qosim berencana membeli helikopter dan setiap desa ada 1 ambulan,” tegasnya.
Sementara itu, istri Asluchul Alif, dr Shinta Puspitasari mengaku, suaminya merupakan sosok pekerja keras yang sangat menyayangi keluarga. Bahkan, meski ditengah kesibukannya, dokter Alif selalu berkomunikasi dan bercengkrama bersama keluarga.
“Dari dulu jiwa sosialnya dan jiwa kepemimpinannya sangat tinggi. Itu saya lihat sejak kami masih sama-sama dibangku kuliah,” terang dr. Shinta.
"Dokter Alif ngobrolnya enak, ceplas ceplos koyok ambek konco dewe (Gaya komunikasinya Dokter Alif enak didengarnya, blak-blakan seperti teman akrab sendiri)," ungkap Agung Prayoga salah satu pemuda asal Balongpanggang.
Menurutnya, obrolan dengan khas Jawa Timuran telah membuat komunikasi cawabup nomor urut 1 dengan masyarakat terasa lebih dekat dan akrab. Bahkan tidak merasa malu untuk berdiskusi dengan siapa saja, termasuk para pemuda desa. Sehingga anak-anak muda pun bisa lebih bersemangat serta saling tukar ide maupun gagasan.
"Kami berharap agar Qosim-Alif (QA) bisa memperjuangkan peningkatkan ekonomi di tingkat desa dan mampu membuka lapangan pekerjaan, khususnya bagi anak muda," lanjutnya. (jar/han) Editor : Hany Akasah